fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kasus Sapi Mati Masih Terjadi, Hasil Pemeriksaan Bukan Karena Antraks

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Rentetan ternak mati masih terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Senin (10/02/2020), kasus ternak mati terjadi di padukuhan Candi VI, RT 01 RW 06, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo. Ternak sapi milik Riyadi ditemukan mati sekitar pukul 05.00 WIB setelah seminggu mengalami sakit.

Babhinkamtibmas Desa Jatiayu, Aiptu Christianto mengatakan, sapi tersebut telah sakit sejak satu minggu silam. Pemilik sapi pun sempat memanggil dokter untuk mengobati ternak sapi itu.

“Sudah ditangani dokter tapi pada Senin pagi tadi ditemukan mati,” kata Christianto, Senin siang.

Lebih lanjut dikatakan, peristiwa matinya ternak itu pun kemudian dilaporkan  ke aparat desa dan UPT Puskeswan Kecamatan Karangmojo. Dari hasil pemeriksaan, sapi tersebut mati bukan karena antraks, namun mengalami servik (patah tulang) leher. Karena sapi sudah dalam keadaan mati, oleh petugas Puskeswan disampaikan, agar sapi tersebut tetap dikubur.

Berita Lainnya  Ngerinya Kecelakaan Motor vs Truk Tangki di Panggang, Guru Nyaris Terlindas

“Sapi dikubur oleh warga dengan disaksikan oleh petugas dari Puskeswan Karangmojo, perangkat desa, Bhabinkamtibmas Desa Jatiayu, dan warga sekitar,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, dalam kurun waktu satu bulan sejak akhir Desember 2019 hingga akhir Januari 2020 Pemerintah mencatat ada lebih dari 100 hewan ternak milik warga mati. Dari jumlah tersebut, hanya ada 6 hewan yang ditetapkan positif antraks, sedangkan lebih dari jumlah itu mati akibat keracunan dan gangguan kesehatan lainnya. Rinciannya ada 78 ekor sapi dan 25 ekor kambing mati sampai Selasa (28/01/2020).

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler