Connect with us

Pemerintahan

Kebakaran Lahan di Gunungkidul Selama Kemarau Capai 110 Kejadian, Tiga Warga Meregang Nyawa

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman selama musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul. Hingga 4 Oktober 2026, UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul mencatat sebanyak 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di sejumlah kapanewon. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 129,27 hektare.

Kepala TU Damkarmat Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan, angka tersebut merupakan kejadian kebakaran yang tercatat dan mendapatkan penanganan petugas pemadam kebakaran. Adapun kebakaran terjadi di hampir seluruh wilayah kapanewon, dengan jumlah kejadian tertinggi berada di Wonosari.

“Untuk sampai 4 Oktober 2026, tercatat ada 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luasnya kurang lebih 129,27 hektare,” ujar Ngadiyono.

Berdasarkan rekapitulasi Damkarmat, Wonosari menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak yakni 23 kasus. Kemudian Playen 15 kasus, Karangmojo 14 kasus, Semanu 13 kasus, Paliyan 8 kasus, Ponjong 7 kasus, Ngawen 4 kasus, Tepus, Semin, Rongkop dan Nglipar masing-masing 3 kasus.

Berita Lainnya  Selama Bulan Puasa, Warung Makan Diminta Tak Buka Terang-terangan

Selanjutnya Gedangsari tercatat 3 kasus, Saptosari 2 kasus, sedangkan Tanjungsari, Girisubo, Panggang dan Purwosari.

Ngadiyono menjelaskan, sebagian besar kebakaran lahan bermula dari aktivitas masyarakat yang melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar dedaunan maupun material kering. Api yang awalnya kecil kemudian merambat ke bagian lahan lainnya karena kondisi vegetasi yang sangat kering.

Menurutnya, kondisi musim kemarau tahun ini membuat dedaunan, rumput dan material lain di lahan menjadi mudah terbakar. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tiupan angin yang membuat api lebih cepat menjalar.

“Banyak yang awalnya membersihkan lahan dengan membakar dedaunan. Karena kondisi kering dan kurang pengawasan, api kemudian merambat ke lahan lainnya,” jelasnya.

Ia menyebut, kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran Gunungkidul memiliki cukup banyak lahan tebu dan jati. Saat memasuki musim kemarau, daun-daun kering yang menumpuk menjadi material yang sangat mudah terbakar.

Berita Lainnya  Pantai Timang Digandrungi Wisatawan Malaysia, Dinas Siapkan Paket Wisata Khusus

Selain menyebabkan kerusakan lahan, rangkaian kejadian kebakaran tersebut juga telah menelan korban jiwa. Hingga saat ini tercatat tiga orang meninggal dunia akibat kejadian kebakaran lahan, masing-masing di Botodayaan, Kapanewon Rongkop; Candirejo, Kapanewon Semanu; dan Kampung, Kapanewon Ngawen.

Sementara itu, BPBD bersama Damkarmat Gunungkidul terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak sembarangan membakar sampah maupun membuat perapian di sekitar lahan yang terdapat banyak material kering.

Jika terpaksa melakukan pembakaran, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Puntung rokok yang masih menyala juga tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat menjadi pemicu kebakaran.

Berita Lainnya  Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Pokok

Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar dedaunan. Imbauan tersebut terus disampaikan BPBD dan Damkarmat melalui media sosial maupun diteruskan kepada pemerintah kapanewon dan kalurahan.

“Selain kebakaran lahan ada juga kebakaran rumah, kendaraan, kandang dan lainnya. Total kejadian yang terjadi di Gunungkidul termasuk dengan kebakaran lahan tercatat ada 197 kejadian,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler