fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Mampu Selesaikan Pembayaran Pajak, 50 Kalurahan Terima Penghargaan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) maupun pajak jenis lainnya di tahun 2020 ini melampaui target yang telah disepakati oleh pemerintah. Untuk itu, pemerintah kabupaten Gunungkidul memberikan penghargaan kepada wajib pajak di beberapa sektor dan di kalurahan yang telah melunasi tanggungan pajak.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengungkapkan, tahun 2020 pemerintah kabupaten menargetkan pendapatan PBB dari segala sektor di angka Rp 21,050 miliar. Sampai dengan desember ini pembayaran yang telah dibayarkan oleh wajib pajak sebesar Rp 22,6 miliar.

Atas capaian itu, pemerintah sangat mengapresiasi kepatuhan wajib pajak dalam pembayaran tanggungan mereka. Untuk itu Rabu (30/12/2020) siang tadi Bupati Gunungkidul, Badingah secara langsung memberikan penghargaan kepada wajib pajak dan kalurahan maupun kapanewon yang telah melunasi tanggungan mereka.

“Kami cukup mengapresiasi kesadaran masyarakat dan wajib pajak lainnya meski ditengah pandemi dengan kondisi ekonomi yang mengalami penurunan tapi mereka tetap patuh dalam pembayaran pajak,” terang Saptoyo.

Dua kapanewon yakni, Purwosari dan Gedangsari pun turut menerima penghargaan lantaran kalurahan di wilayah tersebut mampu menyelesaikan tanggugan pajak sebelum batas waktu yang telah dientukan.

Kemudian ada 50 kalurahan yang juga mendapatkan penghargaan karena mampu menyelesaikan pembayaran PBB di tahun 2020. Adapun diantaranya Kemejing, Ngloro, Melikan, Botodayakan, Karangawen, Bohol, Giriasih, Sampang.

Kemudian Kalurahan Purwodadi, Pucung, Sodo, Petir, Sidoharjo, Girikarto, Bulurejo, Hargomulyo, Songbanyu, Semin, Tileng, Mertelu, Bendung, Girijati, Karangwuni, Jepitu, Kenteng, Girimulyo, Hargosari, Dengok. Ngalang, Giritirto, Pucanganom, Giripurwo,Tegalrejo, Watugajah, Balong, Sumberejo, Nglegi, Salam, Pulutan, Beji, Kemiri, Ngoro-oro, Kalitekuk. Kalurahan Bedoyo, Giricahyo, Tancep, terbah, Banjarejo, Ngestirejo dan Serut.

“Ada juga sektor lain seperti pajak restoran yang pembayarannya terbesar The Manglung View n Resto, kemudian Heha Sky View, warung Spesial Sambal,” imbuh dia.

Kemudian untuk sektor hotel Queen off the south beach hotel kemudian wisma Joglo, calida Hotel. Untuk pajak mineral bukan logam dan batuan pembayaran terbesar yaitu UP Parno, PT Sugih Alam Anugroho, PT Anindya Mitra Internasional. Sementara pajak Hiburan Susur Goa Pindul, Caving Susur Goa Jomblang,  Karaoke Keluarga Kick Off Futsal Arena. Sementara untuk parkir yaitu Pantai Sepanjang, Pokdarwis Nglanggeran, dan pengelola parkir Pamela.

“Meski pandemi berlangsung tapi pembayaran pajak tetap bagus. Ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat yang mulai meningkat dan berkaitan dengan upaya yang kami lakukan untuk pelayanan dan penagihan. Layanan sendiri kita sudah mulai membuka di beberapa layanan umum dan sistem jemput bola,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia, Sunyoto mengatakan pademi yang terjadi memang sempat melumpuhkan kegiatan di restoran dan hotel. Pasalnya sangat banyak terjadi penurunan pendapatan, sehingga untuk pembayaran pajak sendiri juga tidak setinggi pada tahun sebelumnya.

“Awal pandemi itu kita kan tutup 3 bulan. Kemudian adakeringanan dengan tidak ada pembayaran pajak selama beberapa bulan. Kita baru mulai di September lalu, sehingga ya dampaknya luar biasa sekali,” tambahnya.

Namun demikian, diproyeksikan tahun 2021 mendatang pendapatak  pajak restoran dan hotel ada peningkatan. Mengingat kondisi sudah berangsur pulih dan nantinya akan dilengkapi dengan taping box sehingga pembayaran pajak dapat terpantau dengan baik.

“Kalau untuk penurunan sendiri kita belum bisa hitung sampai berapa persen tapi memang cukup banyak,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler