fbpx
Connect with us

Pariwisata

Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen

Published

on

Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 157
Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 158 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 159 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 160 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 161 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 162 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 163 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 164 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 165 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 166 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 167 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 168 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 169 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 171 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 172 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 173 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 174

Wonosari,(pidjar.com)–Pengetatan Secara Tebatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) resmi diperpanjang oleh pemkab Gunungkidul. Ada kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah dalam masa perpanjangan PSTKM kali ini, dimana wisatawan dari luar DIY tidak perlu menujukkan hasil rapid antigen saat berkunjung ke Gunungkidul.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono. Sesuai dengan hasil koordinasi, disepakati pemerintah melonggarkan persyaratan bagi wisatawan luar daerah yang akan masuk ke Gunungkidul.

“Pada PSTKM kedua ini wisatawan luar DIY tidak perlu menunjukkan hasil rapid antigen negatif covid19,” kata Harry Sukmono, 

Kebijakan lainnya adalah jam operasional obyek wisata dibuka mulai jam 03.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Hal ini berbeda jika dibandingkan pada masa PSTKM sebelumbya yang hanya sampai jam 18.00 WIB. Untuk jumlah pengunjung, setiap titiknya tetap dibatasi yaitu hanya 50 persen dari kapasitas obyek wisata.

Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 175 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 176 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 170

“Screening tentu tetap dilakukan oleh temen-temen di lapangan,” imbuhnya.

Dalam Instruksi Bupati Gunungkidul No.443/0339 Tentang Perpanjangan Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul untuk Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Instruksi tersebut ditandatangani oleh Badingah tanggal 25 Januari 2021 kemarin.

Terdapat 8 poin aturan selama pelaksanaan PSTKM di Gunungkidul, diantaranya Melaksanakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat, mulai tanggal 26 Januari sampai dengan 8 Februari 2021. Perubahan lain di jam operasional pusat kuliner serta rumah makan yang sampai jam 20.00 WIB, kemudian untuk swalayan, toko jejaring lainnya buka dari jam 08.30 WIB sampai 20.00 WIB.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul Immawan Wahyudi mengungkapkan adanya kebijakan PSTKM dan syarat wisatawan luar DIY untuk mengantongi hasil rapit antigen negatif covid19 berdampak pada lesunya perekonomian dan aktivitas di obyek wisata Gunungkidul, khususnya pantai. Selama kebijakan ini berlaku, kawasan pantai tergolong sepi pengunjung.

Sehingga banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pengusaha yang berkeluh mengenai turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Ia mencontohkan, dihari sebelum PSTKM 3 ribu kunjungan kemudian saat diberlakukan kebijakan tersebut justru kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang signifikan.

“Sekarang hanya sekitar 700 wisatawan saja yang masuk,” kata Immawan Wahyudi.

Berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan penurunan ini berkisar 80 persen. Dengan demikian berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat yang juga mengalami penurunan.

Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 178 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 179 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 180 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 181 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 182 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 183 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 184 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 185 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 186 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 187 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 188 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 189 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 190 Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler