Pariwisata
Kebijakan Anyar, Wisatawan Luar Daerah Tak Perlu Tunjukan Hasil Rapid Antigen
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengetatan Secara Tebatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) resmi diperpanjang oleh pemkab Gunungkidul. Ada kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah dalam masa perpanjangan PSTKM kali ini, dimana wisatawan dari luar DIY tidak perlu menujukkan hasil rapid antigen saat berkunjung ke Gunungkidul.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono. Sesuai dengan hasil koordinasi, disepakati pemerintah melonggarkan persyaratan bagi wisatawan luar daerah yang akan masuk ke Gunungkidul.
“Pada PSTKM kedua ini wisatawan luar DIY tidak perlu menunjukkan hasil rapid antigen negatif covid19,” kata Harry Sukmono,
Kebijakan lainnya adalah jam operasional obyek wisata dibuka mulai jam 03.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB. Hal ini berbeda jika dibandingkan pada masa PSTKM sebelumbya yang hanya sampai jam 18.00 WIB. Untuk jumlah pengunjung, setiap titiknya tetap dibatasi yaitu hanya 50 persen dari kapasitas obyek wisata.
“Screening tentu tetap dilakukan oleh temen-temen di lapangan,” imbuhnya.

Dalam Instruksi Bupati Gunungkidul No.443/0339 Tentang Perpanjangan Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul untuk Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Instruksi tersebut ditandatangani oleh Badingah tanggal 25 Januari 2021 kemarin.
Terdapat 8 poin aturan selama pelaksanaan PSTKM di Gunungkidul, diantaranya Melaksanakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat, mulai tanggal 26 Januari sampai dengan 8 Februari 2021. Perubahan lain di jam operasional pusat kuliner serta rumah makan yang sampai jam 20.00 WIB, kemudian untuk swalayan, toko jejaring lainnya buka dari jam 08.30 WIB sampai 20.00 WIB.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul Immawan Wahyudi mengungkapkan adanya kebijakan PSTKM dan syarat wisatawan luar DIY untuk mengantongi hasil rapit antigen negatif covid19 berdampak pada lesunya perekonomian dan aktivitas di obyek wisata Gunungkidul, khususnya pantai. Selama kebijakan ini berlaku, kawasan pantai tergolong sepi pengunjung.
Sehingga banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pengusaha yang berkeluh mengenai turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Ia mencontohkan, dihari sebelum PSTKM 3 ribu kunjungan kemudian saat diberlakukan kebijakan tersebut justru kunjungan wisatawan mengalami penurunan yang signifikan.
“Sekarang hanya sekitar 700 wisatawan saja yang masuk,” kata Immawan Wahyudi.
Berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan penurunan ini berkisar 80 persen. Dengan demikian berpengaruh pada kondisi ekonomi masyarakat yang juga mengalami penurunan.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
