Uncategorized
Viral Penolakan Jenazah Covid Mantan Danramil Berakhir Damai
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adanya aksi penolakan warga Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong terhadap pemakaman Suyitno mantan Danramil Ponjong berbuntut panjang. Sebab aksi tersebut sekarang viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan banyak orang. Untuk meredam permasalahan ini, Sabtu (12/06/2021) malam diadakan pertemuan mediasi.
Lurah Ngeposari, Ciptadi mengatakan awal mula penolakan tersebut terjadi. Saat itu Suyitno meninggal di Rumah Sakit dengan status terkonfirmasi positif covid19, kemudian dari pihak keluarga berencana memakamkan jenazah di Trengguno Lor karena yang bersangkutan merupakan warga asli sana.
Namun setelah liang lahat jadi, ada permasalahan. Saat itu 2 warga setempat yaitu Rohmadi dan Sudiro (Ketua RT 01) justru menolak pemakaman jenazah Suyitno di wilayah Trengguno Lor. Keduanya berdalih karena takut akan covid19, dan mengatas namakan lingkungan yang tidak memperbolehkan pemakaman tersebut.
“Dari situ saya selaku Lurah Ngeposari karena itu adalah warga saya, maka saya ambil alih untuk dimakamkan di Ngeposari. Agar jenazah dapat segera dimakamkan,” ucap Ciptadi.
Ternyata aksi penolakan warga tersebut viral. Pemerintah Kalurahan Ngeposari kemudian berinisiatif melakukan pertemuan antara pihak keluarga Suyitno, 2 warga yang menolak, pemerintah Sidorejo, dan pihak kepolisian serta TNI.

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga telah memaafkan kedua orang yang melakukan penolakan tersebut. Namun memang, keluarga meminta keduanya membuat klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.
“Ini kan jatuhnya sudah pidana. Tapi ini sudah selesai,” imbuhnya.
Dengan adanya kejadian semacam ini, Ciptadi berharap masyarakat lebih paham betul aturan yang berlaku. Sehingga tidak terjadi penolakan seperti yang dilakukan oleh warga Trengguno Lor ini.
“Mungkin karena kurangnya pemahaman mereka terkait dengan covid dan aturan yang berlaku. Jadi mereka melakukan hal semacam ini, ya mudah-mudahan tidak terulang lagi,” ucap Ciptadi.
Semrntara itu, Lurah Sidorejo, Sidiq Nur Safi’i mengatakan telah dilakukan mediasi terkait perkara ini dan berjalan lancar serta damai. Dua warganya telah mengakui kesalahan mereka.
“Diselesaikan secara kekeluargaan, mediasi berjalan lancar,” kata Sidiq.
Adanya kejadian ini, Pemerintah Kalurahan Sidorejo akan memberikan edukasi serta sosialisasi terkait aturan serta covid19 yang lebih lagi. Sehingga masyarkat benar-benar paham dan kejadian semacam ini tidak terulang lagi.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
