fbpx
Connect with us

Sosial

Kemarau Panjang, Warga Giripurwo Gelar Sholat Istisqa Untuk Meminta Hujan

Diterbitkan

pada

BDG

Purwosari,(pidjar.com)– Ratusan warga di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari mengikuti sholat istisqa atau meminta hujan, Kamis (02/11/2023) di lapangan di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan dengan maksud berdoa agar diturunkan hujan.

Lurah Giripurwo, Supriyadi mengatakan, warga di Kalurahan Giripurwo bersama dengan sejumlah lembaga sepakat untuk mengadakan sholat istisqa. Kegiatan ini ialah salah satu cara umat muslim saat meminta diturunkan hujan kepada Allah SWT. Sebab kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan air warga setempat.

“Sholat yang diadakan ini untuk meminta hujan, kebetulan dapat bantuan air bersih dari pegawai sipil Polda DIY sebanyak 30 tangki air bersih,” kata Supriyadi saat dikonfirmasi.

Berita Lainnya  Ijazah Sangat Penting Untuk Mencari Pekerjaan, Warga Yang Sempat Putus Sekolah Dihimbau Tempuh Kejar Paket

“Kemarau kali ini termasuk panjang dan kering. Panasnya luar biasa sekali. Maka dari itu kami dan warga inisiatif untuk melakukan sholat dan doa bersama untuk meminta hujan,” ucap dia.

Menurutnya, 2 minggu lalu di wilayah Giripurwo sempat gerimis namun hanya sebentar. Setelah itu cuaca begitu terik dan kering. Baik siang maupun malam pun terasa begitu panas.

Dengan diselenggarakannya doa dan sholat bersama ini diharapkan bisa segera turun hujan. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan air tidak terbatas dan aktifitas pertanian bisa segera dimulai. Pada kondisi cuaca seperti ini selain sulitnya mendapatkan air bersih masyarakat juga menghadapi serangan monyet ekor panjang.

“Di bulan-bulan seperti sekarang meski hujan belum turun tapi kan petani sudah mulai melakukan persiapan lahan. Lha ini sudah ada yang mulai ngawu-awu, tapi sore selesai lakukan paginya sudah habis diserang monyet ekor panjang,” kata dia.

Berita Lainnya  Ribuan Kaum Disabilitas di Gunungkidul Masih Belum Bisa Mandiri dan Sejahtera

Ia menjelaskan, kondisi masyarakat kalurahan Giripurwo sejak awal musim kemarau sulit mendapatkan air bersih. Mulanya bak-bak penampungan dan sumber air lainnya masih bisa dimanfaatkan oleh warga, namun seiring waktu kemudian habis. Masuk di akhir bulan Mei warga sudah mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air mereka.

Hingga saat ini pun warga masih ada yang membeli air tangki dari pihak swasta. Namun demikian bantuan dari pemerintah kabupaten, pemerintah kapanewon dan beberapa donatur dari asosiasi ataupun komunitas juga telah masuk. Sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap bisa tercukupi.

“Bantuan yang masuk Alhamdulillah lumayan banyak, hampir tiap hari ada. Jadi kebutuhan masyarakat bisa tercukupi. Kalau untuk beli air bersih itu ya Rp 150 ribu sampai Rp 160 ribu per tangki. Itu 5000 liter ya,” sambungnya.

Berita Lainnya  Kasus Demam Berdarah Tetap Tinggi Meski Musim Kemarau, Dinas Kesehatan Beri Perhatian Khusus

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler