Connect with us

Sosial

Zona Selatan Jarang Hujan, Ribuan Hektar Ladang Petani Terancam

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski hujan telah terjadi di sejumlah wilayah secara merata, namun untuk di Kabupaten Gunungkidul, hujan yang terjadi masih belum merata. Pasalnya di zona selatan, intensitas hujan yang turun masih tergolong sangat jarang. Kondisi ini kemudian berdampak pada sektor pertanian. Lantaran kurangnya air, mengakibatkan benih yang sebelumnya telah ditanam petani akhirnya mati.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, hujan yang terjadi selama beberapa waktu ini memang belumlah merata. Sebagian wilayah, khususnya di zona selatan masih sangat jarang terjadi hujan. Akibatnya tanaman milik petani yang sudah dibudidayakan sejak beberapa waktu silam banyak yang kering dan mati.

Bedasarkan laporan dari dari pengamat hama dan penyakit yang berada di lapangan, saat ini ada 1.870 hektare lahan pertanian yang sudah disebar benih kemudian gagal tumbuh akibat intensitas hujan yang sangatlah rendah. Dari kondisi ini membuat para petani merugi dan harus mengambil tindakan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Berita Lainnya  Sempat Tak Sadar Ban Mobil Lindas Kaki Bocah SD, Pejabat Disdikpora Akhirnya Bertanggung Jawab

Kerugian yang dialami pun tentunya cukup banyak mulai dari material hingga waktu yang digunakan oleh para petani yang bercocok tanam.

“Sudah ada laporan mengenai tanaman yang disebar gagal tumbuh,” kata Raharjo Yuwono, Rabu (11/12/2019).

Adapun daerah yang intensitas hujannya masih sangat rendah dan tanaman gagal tumbuh yakni berada di wilayah sekitar Tanjungsari, Panggang, Tepus dan sekitarnya. Kawasan ini memang sangat jarang terjadi hujan layaknya di beberapa kawasan lain.

“Ada yang dicabuti kemudian 3 hari ada hujan disulam dan Alhamdulillah ada yang sudah pulih kembali,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hujan yang tidak merata di bulan Desember ini tentu juga akan berpengaruh terhadap masa tanam di Gunungkidul. Jika tahun ini para petani padi panen pada bulan Februari, namun dipastikan pada tahun 2020 mendatang jadwal panen akan mundur. Kemungkinan besar wilayah Gunungkidul baru memasuki musim panen pada bulan Maret 2020 mendatang.

Berita Lainnya  Hari Bhakti Pemasyarakatan ke -61, Lapas Kelas IIB Wonosari Bagi-bagi Sembako

“Kemarin juga dapat informasi dari BMKG mendekati pertengahan atau akhir bulan Desember bagian tengah dan selatan termasuk Gunungkidul akan memasuki awal musim hujan,” imbuh dia.

Salah seorang petani di Desa Giring, Samiyem mengatakan, tanaman padi serta jagung miliknya saat ini telah mengering. Ia kemudian memilih untuk mencabuti tanaman jagung dan mengolah kembali lahan yang semula ditanami padi.

Kerugian pun tentunya dirasakan petani itu. Mengingat ia sudah mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu rupiah untuk menaman serta pembelian benih. Namun, saat tanaman sudah mulai tumbuh justru hujan tidak kunjung turun.

“Kerugian ya hampir 800 ribu dari benih hingga upah tenaga,” kata Samiyem.

Lantaran kondisi ini, ia harus mengulang untuk bercocok tanam. Sekarang, ia mulai melakukan penanaman kembali benih jagung di lahan pertaniannya. Tak hanya itu, ia juga menebar benih padi dengan harapan hujan segera turun dan tanaman pangan yang ada juga dapat tumbuh maksimal.

Berita Lainnya  Jengkel Pemdes Berkinerja Buruk, Warga Ngawu Gerudug Balai Desa

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis7 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler