fbpx
Connect with us

Sosial

Cerita Hani, Atlet Disabilitas Asal Ngawen Hingga Berhasil Wakili Indonesia di Ajang Paralympics Tokyo

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Paralimpiade Tokyo 2020 merupakan multievent olahraga internasional untuk mempertemukan atlet-atlet penyandang disabilitas dari seluruh belahan dunia. Dalam Paralimpiade yang telah dimulai sejak 24 Agustus lalu sampai 5 September 2021 mendatang di Tokyo, Jepang, Indonesia mengirimkan 23 atlet dari 7 cabang olahraga. Siapa sangka, dari atlet-atlet penyandang disablititas terbaik tersebut, salah satu atlet yang mewakili Indonesia berasal dari Bumi Handayani.

Adalah Hani Puji Hastuti, perempuan yang berasal dari Kapanewon Ngawen yang mewakili Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Ia bertarung di cabang olahraga Shooting Para Sport.

Hani, sapaan akrabnya, menceritakan kisahnya hingga dapat mewakili Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 maupun berbagai event berkelas internasional lainnya. Sejak lahir, ia mengalami kelumpuhan di kedua kakinya. Hani sendiri tak mengetahui secara pasti penyebab dari kelumpuhan yang ia alami. Kondisi ini, membuat Hani harus melakukan segala aktifitasnya di kursi roda.

Hani mengaku sempat minder dengan keadaan yang ia alami. Namun kemudian, ia termotivasi untuk bisa berbuat yang terbaik.

Hingga kemudian pada tahun 2012 silam, ia memutuskan untuk menggeluti dunia atlet sejak tahun 2012 silam. Awalnya, Hani memulai karirnya di cabang olahraga Wilchair (balap kursi roda). Minimnya fasilitas olahraga bagi penyandang disabilitas di Gunungkidul membuat Hani bersekolah dan meniti karir di dunia atlet di Solo Raya.

“Pulang ke rumah tidak tentu, kadang tiga bulan sekali, kadang lima bulan sekali,” papar Hani, Selasa (31/08/2021).

Kerja keras dan pengorbanannya akhirnya membuahkan hasil. Berbagai prestasi berhasil ia torehkan di ajang nasional pada cabang olahraga balap kursi roda. Seperti pada Peparnas Riau tahun 2012 silam, ia berhasil memperoleh 2 emas dan 1 perak. Kemudian berlanjut dalam Peparnas Bandung tahun 2016, ia kembali berhasil menyabet 2 emas dan 1 perak.

Namun kemudian, sejumlah pembina olahraga melihat potensi lain dari Hani. Ia diarahkan menekuni Para Shooting Sport. Dasar merupakan gadis berbakat, tak butuh waktu lama bagi Hani untuk menorehkan prestasi di cabang olahraga ini. Penampilan Hani yang kian gemilang membuatnya dipilih untuk mengikuti single event maupun multi event internasional mewakili Indonesia dalam cabang Para Shooting Sport.

Sebelum Hani terpilih sebagai wakil Indonesia di Paralimpic Tokyo 2020, ia telah malang melintang di berbagai kejuaraan internasional agar membuktikan dirinya layak untuk mewakili Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Kejuaraan internasional yang pernah diikutinya seperti ASEAN Para Games tahun 2015 di Singapura, Single Event tahun 2018 di Dubai, World Cup Para Shooting tahun 2019 di Sidney, World Cup Para Shooting tahun 2021 di Dubai. Sejak saat itu ia mendapat perhatian dari banyak kalangan dan mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya di cabang olahraga Para Shooting hingga mewakili Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

“Kejuaraan paling berkesan adalah saat di Dubai tahun 2021 dan di Tokyo sih, karena bagi saya paling maksimal semasa belajar menembak. Pernah mendapat perunggu di ASEAN 2015 dan di Dubai 2021,” ulasnya.

Dalam Paralimpiade Tokyo 2020, Hani harus mengakui keunggulan lawan-lawannya setelah tereleminasi dari perebutan posisi ke partai final. Ia menempati peringkat ke-13 dengan mengumpulkan total poin 614,5 pada laga penyisihan yang berlangsung di Asaka Shooting Range.

“Target di kejuaraan selanjutnya bisa lebih baik lagi dari tahun ini,” ungkap dia.

Tak lupa ia mengajak teman-teman disabilitas di Gunungkidul untuk tidak menyerah dan terus menggali potensi di bidang apa saja agar dapat berprestasi. Menurutnya, teman-teman disabilitas tidak perlu malu dengan keadaan yang ada di dirinya. Seiring dengan perkembangan zaman modern, menurutnya setiap orang dapat melakukan kreatifitas apa saja.

“Kesetaraan sekarang sudah mulai sama dengan yang normal. Tinggal kita bagaimana memanfaatkan kesetaraan ini. Mau diambil agar semakin maju atau kita diamkan saja yang tidak akan pernah ada perubahan. Melangkahlah dari zona nyamanmu, maka akan tahu bagaimana indahnya berproses,” ucapnya penuh semangat.

Selain itu, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meningkatkan perhatian dan dukungannya terhadap teman-teman disabilitas agar dapat menggali dan menyalurkan potensi yang dimilikinya.

“Untuk pemerintah di Gunungkidul, semoga bapak dan ibu terus mensuport dan memfasilitasi kami para atlet disabilitas untuk terus menyalurkan setiap potensinya agar bisa berprestasi sampai ajang internasional,” tutup Hani.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler