fbpx
Connect with us

Sosial

Kembangkan Celengan Sosial, Pemuda Padukuhan Ini Salurkan Uang Tunai Untuk Warga Yang Tak Terambah Bantuan Pemerintah

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu,(pidjar.com)–Program pemberian bantuan bagi masyarakat miskin dan terdampak pandemi corona banyak dikeluhkan lantaran dinilai tak tepat sasaran dan tak merata. Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat. Mengantisipasi hal ini, sejumlah upaya mulai dilakukan agar bantuan bisa menyasar kalangan masyarakat yang tak terdampak bantuan.

Apa yang dilakukan oleh warga Padukuhan Sambirejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu ini bisa dijadikan contoh oleh warga di daerah lain. Warga setempat menggagas program mandiri berupa celengan sosial yang ada di setiap rumah. Tabungan warga yang dimasukkan ke celengan sosial ini diperuntukkan untuk membantu para warga yang kurang mampu, dan tak terambah bantuan.

Koordinator pemuda Padukuhan Sambirejo, Heri Sulistyo mengatakan, di padukuhannya warga setempat, karang taruna dan para perantau sejak beberapa waktu lalu memiliki program mengisi celengan plastik yang dipasang di rumah masing-masing warga. Pengisian celengan ini dilakukan setiap hari atau secara suka rela jika ada rejeki. Program ini telah berjalan satu tahun lamanya. Rencana awal, celengan tersebut akan dibuka pada H+2 lebaran 2020 ini.

Peta Sebaran Status COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul
*Credits: https://bit.ly/statCovGK (updated)

Akan tetapi karena kondisi dinilai sudah semakin mendesak, maka celengan-celengan milik warga tersebut kemudian sudah mulai dibuka. Hasil dalam celengan tersebut menurut Heri tentu tidak dimiliki oleh para pemiliknya, namun akan digunakan untuk pembagian bantuan kepada warga setempat yang sekiranya dipandang membutuhkan.

Berita Lainnya  Merananya Hidup Mbah Senen, Tidur Hanya Beralaskan Kayu, Sekedar Piring atau Gelas pun Tak Punya

“Jadi programnya memang sosial. Uang yang terkumpul diberikan kepada warga Sambirejo yang dianggap membutuhkan,” ungkap Heri Sulistyo, Jumat (22/05/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, di tahun pertama ini ada 80 celengan milik warga setempat dan para perantau yang rutin diisi. Pada Kamis (21/05/2020) malam kemarin, sesuai dengan kesepakatan bersama celengan-celengan tersebut dikumpulkan oleh pemuda dan dibuka. Sementara ada 35 celengan yang telah dibuka dan uang yang terkumpul sebesar 10,4 juta rupiah.

“Masih ada sebagian yang belum dibuka. Alhamdulillah terkumpul banyak,” tambah dia.

Setelah dihitung, uang yang terkumpul itu akan diberikan kepada warga setempat yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah Pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah desa. Berdasarkan pencermatan yang dilakukan oleh pemuda dan data dari masing-masing RT, di padukuhannya memang masih banyak warga yang membutuhkan tapi tidak mendapatkan bantuan.

“Sebelum lebaran akan kami bagi bantuan berupa uang tunai 200 ribu rupiah. Semoga bermanfaat lah bagi warga penerima, karena kondisi di tengah pandemi seperti ini cukup sulit,” imbuh Heri.

Bantuan berupa uang dianggap lebih tepat. Pasalnya, masyarakat sekarang ini yang dibutuhkan adalah uang. Masing-masing dari mereka telah memiliki cadangan pangan sendiri meski jumahnya tidak seberapa.

Berita Lainnya  Ujicoba KTL, Polisi Terapkan Skema Kanalisasi di Jalan Mgr Sugiyopranoto

“Nanti sisa uang yang ada itu untuk cadangan. Sementara data penerima ada sekitar 41 warga, itu yang masuk jompo, janda, maupun mereka yang kehilangan pekerjaan karena corona ini,” jelasnya.

Harapan dari para pemuda, dengan adanya celengan sosial ini, bisa menggugah masyarakat untuk bergotong royong, bahu membahu membantu warga di sekitarnya. Ada rasa empati yang dirasakan jika ada warga yang sebenarnya membutuhkan mabntuan namun tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kemudian selain itu, harapan lainnya adalah adanya pemerataan bantuan dari pemerintah agar melakukan verifikasi dan validasi ulang menegenai penerimaan bantuan agar tidak terjadi kesenjangan sosial di kalangan masyarakat.

“Untuk membantu pemerintah dalam penangulangan penyebaran virus Covid 19 dari karang taruna setempat juga melakukan penyemprotan dan penjagaan secara ketat. Posko-posko pun juga dibentuk dan tak hanya itu untuk mempermudah masyarakat dalam menerima himbauan pemerintah, para pemuda juga membuat film-film pendek mengenai corona, larangan mudik dan lainnya,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler