fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kemenag Gunungkidul Sarankan Ponpes Pulangkan Santri Mulai 2 Mei

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa hari terakhir tengah ramai dibicarakan mengenai dispensasi mudik bagi santri pondok pesantren. Ada pro dan kontra mengenai usulan tersebut. Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul sendiri menyarankan agar seluruh pondok pesantren memulangkan santrinya mulai tanggal 2 atau 3 Mei mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Gunungkidul, Arief Gunadi. Pemulangan santri ini sebab nantinya pondok pesantren akan libur selama 2 bulan. Sehingga kanwil menganjurkan pondok pesantren memulangkan para santri.

“Pertimbangan tentu ada. Kalau santri tetap mondok akan menjadi tanggung jawab siapa kalau libur 2 bulan,” kata Arief Gunadi.

Pantauan yang dilakukan oleh Kanwil, saat ini para santri masih melakukan kegiatan sebagaimana biasa dilakukan di pondok pesantren. Untuk bulan Ramadhan justru lebih padat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Berkaitan dengan santri yang akan mudik, Arief menghimbau agar tetap menerapkan ptotokol kesehatan. Saat hendak mudik pun tidak sembarang, perlu mempersiapkan surat legal dari dokter atau fasilitas kesehatan.

“Cek kondisinya dulu bagaimana, sehat atau tidak dan dipastikan tidak terpapar covid19. Nanti mereka juga harus mematuhi aturan di daerahnya,” imbuh dia.

Berdasarkan data yang ada, santri yang mondok di di pesantren Gunungkidul berasal dari berbagai wilayah. Seperti DIY, Jawa Tengah, Kalimantan, bahkan ada yang dari luar negeri yaitu Thailand, Singapura, dan Timor Leste.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawty mengatakan, pihaknya siap jika pondok pesantren melakukan koordinasi jika para santri akan mudik. Pengecekan di fasilitas kesehatan akan dipersiapkan. Namun demikian itu juga tergantung permintaan dari setiap pondok pesantren.

“Koordinasi perlu dilakukan,”ucap Dewi.

Yang terpenting menurutnya, saat santri keluar dan masuk Gunungkidul harus menenuhi SOP yang berlaku. Kemudian harus dengan orang tua dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler