fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kerangka Manusia di Hutan Jati Dievakuasi, Begini Hasil Pemeriksaan Polisi

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Pihak kepolisian menduga tulang kerangka manusia yang ditemukan di Padukuhan Sawahan Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen merupakan gadis yang masih berusia remaja. Berdasarkan kondisi saat ditemukan, korban diduga sudah meninggal dunia sejak setahun silam.

Jumat (04/10/2019) pagi tadi, tim gabungan Polsek Playen, Polres Gunungkidul dan Tim DVI Polda DIY melakukan evakuasi terhadap tulang yang sebelumnya ditemukan terkubur di kawasan hutan jati. Proses evakuasi sendiri membutuhkan waktu cukup lama lantaran tanah di sekitar jasad sudah mengeras. Selain itu, akar tumbuhan di sekitar lokasi menyebar menutup kerangka itu.

Kabid Dokdes, Polda DIY, AKBP I S Sarifin mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya menduga bahwa tulang kerangka manusia itu merupakan milik wanita berusia remaja. Hal itu dikuatkan dengan ditemukannya pakaian dalam yang diduga milik wanita.

“Kalau usianya paling sekitar 20an tahun. Ada bra dan celana dalam,” kata Sarifin, Jumat siang.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari kondisi tulang yang ditemukan, pihaknya menduga bahwa jasad tersebut sudah lebih dari 1 tahun berada di lokasi itu. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan kapannya.

Berita Lainnya  Berniat Pulang dari Pantai Siung, Pelajar Alami Kecelakaan Hingga Terpental ke Ladang

“Lebih dari 1 tahun yang jelas, dilihat dari kondisi tulang yang sudah mulai rusak.Tapi untuk pastinya belum tahu,” ungkap dia.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sejumlah potongan tulang mulai dari tengkorak, tulang iga, tulang kaki serta paha berhasil ditemukan. Nantinya, barang bukti yang ditemukan tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi lebih lanjut.

“Nanti kita ukur tulang paha untuk menentukan tinggi korban,” kata dia.

Selain itu, ia juga bahwa dalam waktu dekat ini akan segera dilakukan pemeriksaan DNA. Sehingga nantinya jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggotanya pada kisaran waktu yang mendekati perkiraan usia tulang itu maka pihaknya akan melakukan pencocokan.

Berita Lainnya  Bawaslu dan Satpol PP Sisir Ribuan APK Yang Disinyalir Dipasang Melanggar Aturan

“Tes DNA ini paling cepat 1 minggu bisa diketahui hasilnya, tapi rata-rata 2 minggu,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari dokes Polda DIY. Hasil pemeriksaan medis ini nantinya akan menentukan langkah lanjutan yang diambil Satreskrim Polres Gunungkidul.

“Saat ini lokasi masih dipoliceline, menunggu hasil kalau ada yang kurang kita akan lakukan pengecekan lagi,” beber Anak Agung.

Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya berusaha mengumpulkan informasi terkait adanya laporan orang hilang. Tidak menutup kemungkinan pula, koordinasi akan dilakukan lintas Polres di sekitar wilayah DIY.

“Tidak menutup kemungkinan pula komunikasi itu kita lakukan,” terang dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler