fbpx
Connect with us

Sosial

Kerja Keras Alan, Perjuangkan Produk Makanan Aloe Vera Gunungkidul Bisa Menembus Pasar Internasional

Published

on

Nglipar,(pidjar.com)–Namanya Alan Efendi. Warga Padukuhan Jeruklegi, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar ini sejak beberapa tahun lalu pria mengembangkan usaha produksi aloe vera menjadi makanan ringan dan minuman kemasan. Dirinya juga memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya untuk terlibat dalam usahanya tersebut. Belum lama ini ia bermaksud memperluas wilayah pasarannya hingga ke luar negeri. Namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi untuk mewujudkan mimpi besarnya tersebut.

Beberapa tahun silam, Alan mencari referensi industri rumahan yang bisa digeluti di daerahnya tersebut. Kemudian, munculah ide untuk melakukan budidaya aloe vera. Ratusan bibit tumbuhan ini ia tanam di lahan pekarangan rumahnya. Hasil dari tanaman tersebut kemudian cukup baik. Pun demikian saat ia mencoba untuk mengolah aloe vera menjadi produk makanan.

Melihat respon pasar yang cukup bagus, Alan justru mengalami kesulitan dalam memenuhi bahan baku. Ia pun kemudian menggandeng warga sekitar untuk turut terlibat dalam usahanya. Ia mengajak para warga menanam aloe vera yang kemudian dibelinya. Dari situ, Alan kemudian terus mengembangkan usahanya tersebut dengan berbagai cara.

“Untuk area budidaya sekarang juga saya tambah,” kata Alan Efendi.

Selama ini, hasil olahan aloevera yang menjadi minuman nata de aloe vera dan keripik aloevera tersebut sudah dipasarkan ke berbagai daerah mulai dari Klaten, Jogja, Solo, Surabaya, Jakarta, Bogor, dan kawasan lainnya. Semakin banyaknya orderan yang masuk dan produksi yang terus meningkat tak membuatnya puas. Belum lama ini, ia mencoba akan memasarkan produknya itu ke luar negeri. Pada saat itu memang perlu adanya sampel untuk mengetes bagaimana jika minuman dan makanan produksi Gunungkidul ini bisa go Internasional.

“Beberapa waktu lalu memang di coba di Australia, dari segi kualitas seperti rasa dan packagingnya sudah diterima, namun memang ada kendala di perizinan dan lainnya,” papar Alan.

Kendala yang dihadapi ini adalah tentang perizinan dan sertifikasi rumah produksi HACCP, GMP, dan ISO. Sehingga untuk sementara waktu ini, produk aloe vera dari Gunungkidul tersebut masih belum bisa diedarkan di Australia. Alan harus melengkapi terlebih dahulu persyaratan-persyaratan tersebut.

“Butuh modal yang lumayan besar sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat untuk bisa tembus pasar internasional. Biayanya sekitar kurang lebih 250 juta, itu untuk pembuatan rumah produksi sesuai standar sana dan lainnya,” papar dia.

Kendati demikian, pria ini tidak patah semangat. Ia ingin tetap mengejar pasar internasional untuk membuktikan bahwa produk olahan Gunungkidul juga layak jual di kancah internasional. Secara mandiri, ia perlahan akan membangun rumah produksi yang representatif sesuai dengan standar yang ada. Di samping itu, ia juga melengkapi dokumen-dokumennya.

“Untuk sementara masih akan saya lakukan secara mandiri. Belum bisa dan belum mampu kalau menerima investor,” jelasnya.

Dalam sebulannya, Alan bersama para pekerjanya bisa memproduksi sebanyak 2.500 pack nata de aloe vera, 1.250 kemasan premium (botol) minuman nata de aloe vera, dan 1.000 bungkus keripik aloevera.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler