fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kerusakan TPI Baron Akibat Abrasi Yang Semakin Parah Dinilai Mulai Bahayakan Masyarakat

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berdiri di Pantai Baron mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi ini adalah akibat abrasi yang menerjang di kawasan Pantai Baron beberapa waktu lalu. Membaca situasi dan kondisi bangunan yang semakin membahayakan aktifitas yang dilakukan oleh nelayan dan masyarakat, Dinas Kelautan dan Perikanan merencanakan akan melakukan perbaikan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan, Purwono Sulistyo Hadi menjelaskan, beberapa waktu belakangan ini gelombang tinggi terus terjadi di pantai selatan mengakibatkan pengikisan pada tanggul dan bangunan TPI pantai Baron yang berada tepat di pinggir pantai. Akibatnya saat ini, kerusakan yang terjadi pun semakin meluas dan parah. Misalnya saja gelombang air laut yang menghantam bangunan mengakibatkan bangunan terkikis dan berongga. Belum lagi pada bagian atap pun juga mengalami kerusakan.

“Kita sudah tahu mengenai ini, maka dari itu Dinas memgambil langkah cepat untuk merencanakan perbaikan,” kata Purwono Sulistyo Hadi, Jumat (05/07/2019).

Adapun abrasi ini terjadi lantaran gelombang tinggi dari laut yang mengalir dari aliran sungai pantai Baron dari arah barat menuju ke sisi kiri atau timur. Arus air kemudian menuju ke bangunan TPI yang kemudian memicu kerusakan yang saat ini terjadi. Guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka untuk aktifitas jual beli di TPI terpaksa dialihkan ke bangunan belakang TPI.

Berita Lainnya  Dewan Sumber Daya Air Nasional Nilai Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Gagal Atasi Kekeringan

“Sudah kami lakukan peninjauan. Perbaikan akan segera dilakukan,” imbuh dia.

Lebih lanjut mantan Kepala Bidang Rehabilitasi, Dinas Sosial Gunungkidul tersebut mengungkapkan jika untuk perbaikan bangunan TPI khususnya tanggul dan atap akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini lntaran sifatnya yang mendesak dan agar tidak mengganggu serta membahayakan aktifitas nelayan dan masyarakat. Sedikitnya, anggaran 50 hingga 80 juta telah dipersiapkan untuk perbaikan.

Kendati demikian, perbaikan ini sifatnya hanya sementara dari DKP sendiri saat ini sedang dalam proses perbaikan dan perubahan hitung-hitungan maupun rencana yang akan dilakukan. Jika TPI Pantai Baron tersebut akan direlokasi menurutnya tidak memungkinkan karena dalam penataan pantai baron sendiri DED dan Masterplannya berada di tangan Dinas Pariwisata dan Bappeda Gunungkidul.

Berita Lainnya  Tak Ada Proses Pergantian Pasca Wafatnya Wakil Ketua, DPRD Gunungkidul Hanya Akan Diisi 44 Orang Hingga Akhir Periode

“Kita hanya berupaya perbaikan sementara. Karena TPI masuk satu paket dalam DED dan Masterplan penataan pantai Baron yang diwacanakan oleh Pemkab Gunungkidul,” ujar dia.

Ia menghimbau pada masyarakat dan nelayan agar tidak berdekatan dengan bangunan TPI yang mengalami kerusakan saat beraktifitas. Himbauan ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal membahayakan mengingat kondisi TPI yang rusak semakin meluas.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian menambahkan, pihaknya sudah melakukan peninjauan atas kerusakan TPI di Pantai Baron. Sebelum TPI rusak parah, sebenarnya dinas telah menganggarkan dana untuk perbaikan, namun perbaikan belum teralisasi kondisinya justru semakin parah. Saat ini dari DKP sendiri tengah menggandeng konsultan dalam perbaikan TPI pantai Baron.

“Sebenarnya sudah kami anggarkan beberapa waktu lalu. Ini kita sedang koordinasi untuk perbaikan lebih cepat,” papar Krisna Berlian.

“Kita perbaiki yang ada di depan mata dulu. Ini sedang perubahan RAB, kalau untuk menggeser belum bisa pastinya. Harus ada regulasi yang kuat pula,” tandas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler