fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kualitas Air di Gunungkidul Terus Menurun

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kualitas air di Gunungkidul saat ini terus mengalami penurunan. Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengklaim bahwa penurunan kualitas air tersebut lantaran berbagai faktor yang terjadi di bumi handayani termasuk diantaranya adalah perilaku manusia. Salah satu faktor utamanya adalah pola hidup masyarakat yang sembarangan, misalnya saja membuang sampah dan limbah ke sungai dan beberapa tempat yang tidak semestinya. Kendati terus mengalami penurunan, kualitas air masih aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, perilaku buang sampah sembarangan seperti yang banyak terjadi ini memang cukup berpengaruh besar dalam menurunnya kualitas air. Hal ini lantaran jika tanah dan air yang ada terkontaminasi dengan limbah berbahaya, maka kemudian akan sulit terurai. Sehingga kemudian saat air melimpah, bakteri tersebut justru semakin meluas.

“Perlu diwaspadai memang. Yang menjadi PR adalah bagaimana memahamkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang baik,” terang Aris Suryanto, Sabtu (06/07/2019).

Meski penurunan kualitas terhitung masih dalam taraf kecil, namun setiap kali dilakukan pengecekan terus terdapat penurunan. Guna menekan penurunan yang semakin tinggi, dari DLH sendiri terus berupaya melakukan sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuang sampah semabarangan, menjaga pola hidup dan menggenjot program kali bersih.

Berita Lainnya  Biayai Pensertifikatan Lahan Sultan Ground di Pesisir Pantai Selatan, Pemkab Keluarkan Anggaran 1,8 Miliar

Ia mengklaim jika program ini terus diterapkan penurunan kualitas air dapat ditekan. Sebenarnya tak hanya masyarakat umum, melainkan sesekali dari dinas juga memberikan arahan pada wisatawan atau pengunjung ke kabupaten Gunungkidul untuk turut menjaga kebersihan lingkungan.

“Terus kami upayakan sosialisasi. Sebenarnya untuk indeksnya sendiri masih aman hanya saja selalu ada penurunan,” terang dia.

Disinggung mengenai kualitas udara di Ginungkidul seiring bermunculannya industri besar dan mulai padatnya jalanan akibat membanjirnya kendaraan di Gunungkidul, ia mengklaim jika kualitas udara di Gunungkidul masih cukup baik. Meski terdapat berbagai bangunan namun untuk udara sendiri tidak perlu dikhawatirkan.

“Untuk udara sendiri ndak ada masalah meski kendaraan mulai meningkat tajam dan banyak usaha industri,” tambah dia.

Beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengecekan di sejumlah titik yang sekiranya padat aktifitas kendaraan dan perindustriannya. Hasilnya, untuk kualitas udara sendiri masih baik dan justru ada sedikit peningkatan.

Berita Lainnya  Pelaku Sejarah Militer Ajak Kawula Muda Menirukan Semangat Juang Para Pahlawan

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi tersebut disinyalir lantaran ruang terbuka hijau di Gunungkidul masih tersedia cukup banyak. Sehingga kemudian polusi yang terjadi akibat kendaraan atau aktifitas industri dapat diminimalisir dengan adanya ruang terbuka.

“Misalnya di Ponjong ada banyak aktifitas pertambangan, tapi di sana ruang hijaunya tersedia cukup banyak jadi ndak masalah,” imbuh Aris.

Idealnya di masing-masing perkantoran memiliki ruang hijau meski hanya seculi. Dari dinas juga mengarahkan pada masyarakat untuk melakukan penanaman tanaman hijau dipekarangan masing-masing guna membantu menyaring polusi yang ada di sekitar lingkungan.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler