fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kesurupan Saat Nongkrong, Pelajar Wanita Berteriak-teriak dan Hendak Panjat Pohon Besar di Taman Kota

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Aktifitas para pengunjung di Taman Kuliner Wonosari pada Minggu (23/09/2018) malam tadi sempar terhenti. Perhatian mereka tertuju pada gazebo yang terletak di sebelah selatan. Seorang gadis tiba-tiba kejang dan berteriak-teriak. Usut punya usut, ternyata gadis yang kemudian diketahui bernama Nuning (16) warga Kecamatan Tepus tersebut mengalami kesurupan. Hal tersebut langsung membuat para pengunjung, terutama teman-teman korban panik.

Tak hanya mengejang dan berteriak-teriak, Nuning kemudian berjalan menuju Taman Kota Wonosari yang terletak tepat di seberang jalan Taman Kuliner. Di sana, gadis yang masih berstatus pelajar tersebut bersikeras hendak memanjat sebatang pohon besar yang terletak di ujung barat taman.
Beruntung upaya ini bisa dicegah oleh sejumlah petugas keamanan serta petugas parkir. Korban lantas dicegat dan kemudian dialihkan perhatiannya menuju lokasi bermain anak-anak.

“Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WIB,” papar salah satu koordinator parkir di Taman Kota Wonosari, Yudi, Senin (24/09/2018) pagi tadi.

Menurut Yudi, melihat hal tersebut, pihaknya kemudian berinisiatif untuk mendatangkan paranormal. Tak hanya satu saja, menurutnya ada 5 paranormal yang dipanggil untuk mengobati Nuning. Hal ini lantaran satu per satu paranormal yang datang tak mampu menenangkan Nuning yang terus berteriak-teriak dan menunjuk sebatang yang sejak awal ingin dipanjatnya tersebut.

Sejumlah doa terus dipanjatkan oleh para paranormal secara bersamaan. Namun hal tersebut masih belum membuat kondisi korban membaik.

“Kami juga memanggil orang tua korban yang langsung datang dari Tepus. Kalau Nuning sendiri memang sementara ini ngekos di Wonosari, dia sedang PKL di Dinas Sosial Gunungkidul,” imbuh dia.

Beruntung akhirnya, setelah hampir 2 jam berusaha melakukan pengobatan, kondisi Nuning berangsur-angsur mulai tenang. Oleh kedua orang tuanya, Nuning kemudian dibawa ke rumah seorang paranormal di daerah Siyono guna mendapatkan penanganan lanjutan.

“Memang belum tuntas, meski sudah tenang tapi masih kadang-kadang berteriak-teriak dan menunjuk pohon yang terletak di bagian utara, tepat di belakang panggung Taman Kota,” tutur dia.

Ia menambahkan, menurut keterangan kedua orang tua korban, korban memang cukup sering mengalami kesurupan. Hal ini terjadi usai Nuning masuk ke bangku SMK. Namun pada kejadian mala mini adalah yang paling parah. Biasanya, usai dibacakan doa oleh kedua orang tuanya, kondisinya dengan cepat membaik.

“Kalau katanya paranormal yang mengobati tadi, (makhluk halus) yang masuk tidak hanya satu. Jadi mengobatinya agak sulit,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler