fbpx
Connect with us

Peristiwa

Usai Tabrak Pemotor Sampai Tewas, Pelaku Tabrak Lari di Jalan Wonosari-Jogja Diduga Sempat Lapor Polisi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan kematian Rahadian Yudho Angkoso (34) warga Desa Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Almarhum Rahadian sendiri merupakan korban yang tewas mengenaskan dalam kecelakaan lalu lintas pada Minggu (23/09/2018) pagi tadi di Jalan Wonosari-Jogja, tepatnya di Desa Bunder, Kecamatan Patuk. Pasalnya, polisi menduga bahwa kecelakaan yang merenggut nyawa itu merupakan tabrak lari.

Pelaku sendiri saat ini masih dalam pengejaran petugas. Polisi masih mengembangkan sejumlah petunjuk penting yang diharapkan nantinya bisa menguak identitas kendaraan maupun pengemudi mobil yang menabrak korban. Salah satu yang masih ditelusuri adalah adanya dugaan pelaku sempat melaporkan kejadian kecelakaan lalu lintas ke polisi usai terlibat dalam kecelakaan dan kemudian kabur.

Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Soni mengatakan dari hasil olah kejadian perkara serta keterangan para saksi, Yudho dipastikan merupakan korban tabrak lari. Pihaknya menduga korban sebelumnya mengalami laka lantas tunggal.

“Korban terjatuh sendiri karena kita tidak menemukan adanya bekas benturan antara sepeda motor korban dengan pengguna jalan lain. Baru ketika korban terjatuh, ia kemudian dihantam kendaraan lain saat terkapar di jalan raya,” kata Soni, Minggu siang.

Soni mengatakan, hasil lain yang diperoleh pihaknya, terduga pelaku tabrak lari sempat mendatangi Pos Unit Turjawali Satlantas Polres Gunungkidul di Sambipitu, Patuk untuk melaporan adanya kecelakaan. Namun saat itu, pelaku tidak mengatakan bahwa dirinya yang menabrak korban.

“Terduga pelaku yang mengemudikan mobil jenis sedan mendatangi petugas yang jaga dan melapor bahwa ada kecelakaan lalu lintas. Kemudian ia bergegas pergi meninggalkan petugas,” ujar Soni.

Seoeda motor Vespa milik korban yang diamankan petugas pasca kecelakaan maut

Sony mengatakan, dugaan bahwa pelaku adalah pelapor diperkuat ketika pihaknya mendapat keterangan dari petugas jaga yang melihat adanya kerusakan pada mobil yang dikemudikan oleh terduga pelaku. Namun saat itu, petugas jaga tidak mengorek keterangan lebih lanjut dari pelapor lantaran lebih memilih bergerak cepat dalam memberikan pertolongan kepada korban.

“Pada saat itu petugas jaga di Pos Turjawali tidak menyangka dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pertolongan. Namun setelah kita sambung-sambungkan beberapa informasi yang ada, dugaan memang pelaku adalah yang tadi melapor ke kami,” kata Soni.

Untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya masih terus berusaha mengorek informasi dari sejumlah saksi. Selain itu, sejumlah lokasi di sekitar lokasi kejadian di mana terdapat CCTV akan diperiksa. Rekaman tersebut nantinya bisa dijadikan oleh polisi sebagai petunjuk penting dalam mengungkap kasus ini.
Soni menyebut, minimnya saksi mata juga menjadi salah satu kendala dalam memburu pelaku. Pasalnya, saat kejadian yang memang masih pagi hari, kondisi jalanan maupun lingkungan masih dalam keadaan sepi.

“Kita pastikan bahwa akan mengusut tuntas kasus tabrak lari ini,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Yudho mengalami kecelakan lalu lintas di jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Watukndo, Padukuhan Ngepung, Desa Bunder, Kecamatan Patuk sekitar pukul 05.15 WIB. Dirinya tewas di lokasi kejadian akibat luka parah pada bagian kepala.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler