fbpx
Connect with us

Politik

Ketua DPRD Suharno Hengkang, PDIP Yakini Tak Akan Gerus Suara

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hengkangnya Ketua DPRD Gunungkidul yang sekaligus juga merupakan politisi PDIP ke Partai Nasdem sangat mengagetkan bagi kalangan politisi lokal maupun masyarakat Gunungkidul. Bagaimana tidak, selama ini, karir politik Suharno termasuk sangat moncer di partai berlambang kepala banteng ini. Banyak pihak memperkirakan bahwa hengkangnya Suharno akan menggerus suara PDIP dalam Pemilu 2019 mendatang. Hal ini lantaran Suharno merupakan salah seorang politisi paling populer di Gunungkidul dan terkenal memiliki basis massa fanatik. Raihan suara terbanyak pada Pemilu 2014 silam dengan 10.000 lebih suara menjadi bukti betapa populernya Suharno di kalangan masyarakat Gunungkidul.

Perkiraan akan tergerusnya suara PDIP pasca hengkangnya Suharno langsung dibantah oleh Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurutnya, konstelasi politik yang terjadi saat ini merupakan hal yang biasa saja.

"Kami yakin keluarnya Pak Harno tidak akan mengurangi suara partai secara signifikan," tandas Endah, Kamis (12/07/2018).

Ia menegaskan bahwa PDIP adalah partai yang berlandaskan idiologi. Hal ini menjadikan PDIP memiliki basis massa fanatik dan bukan terpengaruh oleh figur perseorangan. Ia menambahkan, hengkangnya tokoh-tokoh partai adalah hal yang biasa. PDIP sebagai partai besar dengan tokoh-tokoh besar juga kerap mengalami hal semacam ini. Seperti misalnya hengkangnya tokoh-tokoh senior DPP PDIP seperti Roy BB Janis, Sophan Sophiaan, hingga Kwik Kian Gie tak berpengaruh banyak terhadap perolehan suara PDIP.

Di tingkat lokal, PDIP juga sering diguncang dengan hengkangnya kader maupun pemimpin. Seperti misalnya keluarnya Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Henry Koentjoroyekti hingga yang terbaru adalah bergabungnya mantan Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Ratno Pintoyo ke Partai Nasdem.

"Tidak akan ada masalah, apalagi kemarin Suharno hanya bertarung di Dapil I, di sini kami memiliki kader dan caleg yang mumpuni. Kita akan tetap menang dan meraup suara terbanyak pada Pemilu 2019 mendatang," urainya.

Meski demikian, Endah mengaku bahwa pihaknya tetap melakukan antisipasi terkait keluarnya Suharno tersebut. Konsolidasi tengah digiatkan diantara seluruh kader, satgas hingga pengurus partai agar kembali bersatu demi kejayaan partai.

Walaupun tak menjelaskan secara detail, Endah menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah fokus dalam menjahit kembali persatuan diantara kader serta pengurus partai di tingkat daerah. Pihaknya siap untuk kembali merangkul kader-kader yang tercerai lantaran ada konflik internal di PDIP yang beberapa waktu terakhir ini ramai diperbincangkan.

"Konsolidasi sudah kami giatkan, dan sejauh ini respon dari kader maupun pengurus cukup baik," tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno beberapa waktu lalu mendeklarasikan bergabungnya dia ke Partai Nasdem. Puncaknya, pada Minggu (08/07/2018) lalu, Suharno mengajukan surat pengunduran diri sebagai pengurus maupun keanggotaan di PDIP. Tak hanya dia saja, turut pula mundur salah seorang pengurus serta Bacaleg PDIP, Rian Eko.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler