fbpx
Connect with us

Politik

Pemilu 2019, Bupati Badingah Tegaskan Pilih Netral

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Dalam setiap kontestasi politik, pejabat kepala daerah seringkali diincar oleh para elit untuk dapat memberikan dukungannya. Peran Kepala Daerah dalam mendukung salah satu pasangan calon presiden maupun partai politik disinyalir akan berdampak cukup signifikan dalam meraih simpati massa. Sebuah hal yang memang lazim mengingat dalam jabatan politik yang disandangnya, para kepala daerah ini tentunya menjadi simpul massa yang besar.

Di tengah godaan elit-elit politik yang ada, Bupati Gunungkidul, Badingah seakan tak bergeming. Ia menegaskan netralitasnya dalam Pemilu 2019 ini. Selama ini, Badingah memang enggan untuk datang ke acara-acara kampanye maupun acara sosial yang terafiliasi dengan politik.

Sebelumnya, Badingah kerap dikaitkan menjadi bagian tim kemenangan capres nomor urut 1, Jokowi-Amin. Tak jarang pula banyak pihak dari partai politik mengklaim mendapatkan dukungan dari orang nomor satu di Gunungkidul itu.

“Untuk pemilu kali ini saya tegaskan saya netral,” kata Badingah, Minggu (14/04/2019).

Dengan penegasan tersebut, Badingah juga berpesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkomitmen menjaga sikap mereka. Menurut Badingah, menjaga netralitas dalam pesta demokrasi pemilu 2019 ini adalah salah satu hal yang mutlak harus dilakukan oleh para ASN sebagai abdi negara.

Berita Lainnya  Menang Gugatan Atas KPU, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Akhirnya Bisa Kembali Ikuti Pemilu

“Pertama-tama saya berikan himbauan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa menjadi panutan dan contoh masyarakat sekelilingnya terutama dan juga memberikan edukasi politik kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Badingah.

Ia menjelaskan, saat ini sudah ada regulasi dan sanksi jelas dan tegas jika ASN terlibat dalam pemilu 2019. Baik itu mendukung partai politik, pasangan calon presiden, ataupun calon legislatif.

“Saya berikan himbauan masyarakat walaupun pilihan beda harus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Bagaiamana Kabupaten Gunungkidul ini akan tetap kondusif, aman, nyaman, dan juga sejuk sehingga pelaksana pemilu di Gunungkidul akan berjaan dengan demokratis sukses dan berkualitas,” katanya.

Selain itu, mendekati masa pemilihan ini, Badingah juga mengingatkan kepada para ASN untuk antisipasi adanya berita bohong atau hoaks, adanya fitnah dan isu SARA yang beredar di masyarakat. Badingah berharap ASN bisa menjadi peneduh bagi masyarakat agar suasana tidak menjadi panas.

Berita Lainnya  Hindari Efek Negatif Kampanye Media Sosial, Pihak Kepolisian Perketat Pengamanan

“Sehingga saat pemilihan nanti masyarakat dapat memilih pemimpin negara, DPD RI, DPRD RI Provinsi maupun Kabupaten yang betul-betul dapat mengemban tugas dan membawa amanah rakyat dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Divisi Penegakan dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Gunungkidul, Sudarmanto pihaknya telah memberikan surat himbauan kepada tim kampanye untuk tidak melibatkan ASN. Sebisa mungkin pihaknya melakukan pengawasan meski himbauan telah diberikan.

“Pasti ya kita buat surat himbauan kepada tim (kampanye), dan pelaksanaanya tidak boleh melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, perangkat desa dan anak-anak,” kata dia.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler