Sosial
Kisah Kepala Sekolah dan Staf SDN Kenteng 2, Rela Berangkat Pagi Buta Demi Bisa Jemput Anak Didik ke Sekolah
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pahlawan tanpa tanda jasa, predikat tersebut pantas disematkan kepada para guru serta para pegawai yang bekerja di SD Negeri Kenteng 2 Ponjong. Selama 8 tahun terakhir, mereka tidak hanya memberikan materi pembelajaran, melainkan mereka juga melakukan aktifitas antar jemput kepada sebagian siswanya ketika berangkat maupun pulang sekolah.
Bukan hanya jargon ataupun niat semata, namun hal semacam ini bisa terlihat pada pagi hari. Setiap hari mulai pukul 06.30 WIB, puluhan siswa SD Negeri 2 Kenteng bersiap menunggu kehadiran bapak ibu guru serta pegawai di sebuah perempatan jalan dekat rumah mereka.
Saat dari kejauhan sepeda motor yang dikendarai para guru terlihat, para siswa langsung menyambut dengan wajah penuh kebahagiaan. Sudut bibir yang terangkat naik kemudian disambut tawa lepas menandakan betapa bahagianya para siswa itu melihat para pendidik yang rela setiap pagi menjemput.
Rasa hormat yang banyak orang bilang mulai terkikis sama sekali tak terlihat di kalangan para siswa SD Negeri Kenteng 2. Suasana lain yang kini jarang dijumpai terlihat manakala satu per satu siwa mencium tangan bapak ibu guru yang menjemput mereka. Mereka lantas dengan tertib naik ke kendaraan dan siap untuk berangkat sekolah.
Salah seorang pendidik yang rutin melaksanakan aktifitas antar jemput siswa sekolah adalah Matius Brotosugondo (55). Setiap pagi, untuk melaksanakan rutinitas tersebut, Broto yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Kenteng 2 itu harus berangkat dari rumahnya di Tawarsari, Wonosari sekitar pukul 05.30 WIB.

“Saya sampai sana paling siang pukul 06.30 WIB kemudian membawa anak-anak untuk berangkat ke sekolah. Harus pagi memang supaya mereka tidak terlambat masuk sekolah,” kata Broto, Senin (04/12/2018).
Broto mengatakan, sedikitnya ada 25 orang siswa yang mendapatkan fasilitas antar jemput tersebut. Bukan tanpa alasan, tindakan tersebut dilakukan lantaran jarak para siswa ke sekolah cukup lumayan jauh.
“Jaraknya sekitar 2,5 kilometer, mereka kebanyakan tinggal di Padukuhan Cerme dan Padukuhan Prampelan, kalau yang dekat biasanya mereka jalan kaki,” kata Broto.

Adapun kendala yang dihadapi yakni kondisi geografis menuju ke sekolah. Jalan cukup terjal membuat perjalanan tidak bisa dilakukan dengan waktu yang singkat.
“Jalannya cukup sulit, tanjakan, turunan serta ditambah kondisi jalan yang licin menjadi hambatan kami,” kata dia.
Ia mengatakan, kegiatan antar jemput tersebut tidak hanya dilakukan oleh dirinya saja. Melainkan hampir seluruh para tenaga guru dan pegawai di lingkup sekolahan.
“Ada 5 PNS dan 5 GTT serta pegawai tidak tetap. Semua ikut membantu tanpa pamrih dan tanpa ada uang tambahan. Bahkan ada satu guru dari Bantul yang setiap pagi ikut menjemput anak-anak menuju sekolah,” ucap dia.
Sementara itu, salah seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) di SDN Kenteng 2, Wakiman selama ia bekerja, dirinya juga ikut membantu kegiatan tersebut dengan senang hati. Ia merasa ikhlas meskipun waktu tenaga dan materi tersita kegiatan ini. Ia memaparkan bahwa hal semacam ini sudah menjadi komitmen seluruh tenaga pengajar maupun pegawai di lingkungan SDN 2 Kenteng agar para siswa bisa tetap dengan lancar menuntut ilmu demi masa depan mereka.
“Dengan tulus dan ikhlas kami guru dan karyawan SD N Kenteng 2 setiap hari kami selalu menjemput dan mengantarkan siswa ke dua dusun yaitu Padukuhan Cerme dan Padukuhan Prampelan sejak tahun 2008 sampai sekarang, yang tidak kenal panas dan hujan,tapi kami iklas, semoga membawa berkah,” kata dia ditutup dengan kata Amin.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
