fbpx
Connect with us

Sosial

Klaster Hajatan di Panggang, Dipicu Perantau Yang Pulang Kampung Untuk Menikah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)—Tren penularan covid19 di Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu terakhir menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Namun demikian, saat ini ada satu RT yang masuk dalam zona merah. Sebanyak 15 warga di satu RT di Pedukuhan Sanglor II, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang dinyatakan terpapar covid. Setelah ditelusuri, para warga terdampak penularan saat ada salah seorang warga setempat menggelar hajatan.

Panewu Panggang, Winarno, saat dikonfirmasi membenarkan adanya 15 warganya yang menjalani isolasi mandiri lantaran terpapar covid19. Menurutnya, berdasarkan penelusuran sementara, awal mula penularan adalah saat ada salah seorang perantau warga Sanglor II yang pulang dari Jakarta. Yang bersangkutan sendiri tidak melakukan tes PCR maupun antigen. Kepulangan warga tersebut bermaksud untuk menyelenggarakan pernikahan dan hajatan.

Sesuai dengan persyaratan, untuk pemberkasan di Kantor Urusan Agama memang diwajibkan untuk melakukan tes PCR atau antigen. Saat itulah kemudian diketahui yang bersangkutan positif covid19. Padahal saat itu, di rumahnya sudah mulai banyak warga yang berkegiatan untuk mempersiapkan pelaksanaan hajatan. Lantaran calon pengantin berstatus positif covid19 maka pelaksanaan ijab qobul terpaksa ditunda terlebih dahulu.

“Terpaksa ditunda sampai yang bersangkutan dinyatakan negatif covid19,” kata Panewu, Kamis (16/09/2021).

Adanya kondisi ini, dari pihak Puskesmas kemudian melakukan tracing di wilayah tersebut. Warga yang sempat melakukan kontak langsung dengan calon pengantin juga ditracing. Hasilnya, ada 15 orang yang dinyatakan positif covid19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

“Sebanyak 15 orang tersebut masuk dalam 2 padukuhan. Yang satu zona merah dan yang satu zona oranye,” terang Winarno.

Adapun para warga yang positif covid ini merupakan calon pengantin perempuan dan keluarganya, beserta sejumlah tetangga maupun kerabat yang sudah melakukan kontak langsung dengan mereka. Adapun dari pihak kalurahan dan kapanewon sendiri terus melakukan pemantauan kondisi para pasien isoman ini.

Disinggung mengenai apakah ada calon pengantin lain yang terpaksa menunda ijab qobul mereka karena terpapar covid19 Winarno mengatakan jika sampai dengan sekarang ini belum ada laporan lagi terkait dengan hal tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, sepekan lalu memang dilakukan tracing di Padukuhan Sanglor II RT 06, Kalurahan Girisuko. Hasilnya ada 15 orang di Padukuhan tersebut yang terpapar covid dengan klaster hajatan. Ia menjelaskan saat ini ada satu zona merah yaitu di RT 06 Pedukuhan Sanglor II tersebut.

Data dari Dinas Kesehatan, di wilayah di Gunungkidul ada 1 zona merah, 3 zona oranye, 150 zona kuning, dan 6.700 RT yang masuk zona hijau. Dengan adanya klaster baru ini, Dewi menghimbau kepada masyarakat agar tetap taat penerapan protokol kesehatan dan mengurangi kegiatan yang sekiranya menimbulkan kerumunan.

“Mayoritas tetap masuk zona hijau,” ucap Dewi.

Setiap harinya kasus terkonfirmasi covid19 di Gunungkidul terus mengalami penurunan yang signifikan. Saat ini sangat jarang menyentuh angka puluhan orang tambahan kasus terkonfirmasi maupun orang yang meninggal akibat covid. Selain itu pihaknya juga terus menggalakkan vaksinasi dengan menggandeng sejumlah lembaga.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler