fbpx
Connect with us

Peristiwa

Warga Komplain Lama Antri Kemudian Ditolak Vaksin, Petugas Puskesmas: Harusnya Berterima Kasih Sudah Dilayani

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kebingungan dan kekesalan nampak pada raut muka Rengga Yudya (35) warga Padukuhan Rejosari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari. Sebuah hal yang bisa dipahami lantaran ia sudah menghabiskankan waktu yang cukup lama untuk mengantri suntikan vaksin namun pada saat akhir akhirnya dibatalkan oleh petugas. Tak hanya, Rengga bahkan mengaku mendapatkan ucapan tidak mengenakkan dari petugas pendaftaran di Puskesmas Wonosari II. Hal tersebut akhirnya membuatnya berang hingga akhirnya terjadi cek cok mulut dengan petugas Puskesmas.

Kepada pidjar.com, Rengga menceritakan pengalaman yang tidak mengenakkan yang ia alami tersebut. Sesuai dengan jadwal yang tercantum dalam kartu vaksin pertamanya, ia dijadwalkan untuk menerima vaksin kedua jenis Aztra Zeneca pada 16 September 2021. Sebelumnya, ia mendapatkan vaksin dosis pertama di Polres Gunungkidul pada 16 Juli 2021. Lantaran di Polres tidak ada kegiatan vaksinasi, ia pun lantas mendaftarkan diri di UPT Puskesmas Wonosari II.

Rengga yang datang bersama istrinya datang ke Puskesmas Wonosari II yang terletak di belakang Balai Kalurahan Wonosari tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Pendaftaran itu diterima oleh petugas. Ia kemudian diminta untuk mengantri guna mengecek suhu tubuh. Berselang beberapa waktu kemudian, ia kembali diminta mengantri untuk cek tekanan darah.

“Ya saya daftar sebelumnya, terus datang ke Puskesmas. Kemudian sudah dipersilahkan antri sampai cukup lama,” kata Rengga, Kamis (16/09/2021) siang tadi.

Rengga menambahkan, setelah lebih dari dua jam mengantri dan selesai dilakukan skrining, ia kemudian dipersilahkan masuk ke ruang penyuntikkan. Namun, kemudian, ia dibuat kaget lantaran petugas sendiri menolak untuk menyuntikkan vaksin dosis kedua. Petugas menyebut ada kesalahan penulisan jadwal oleh petugas sebelumnya dari Polres Gunungkidul. Menurut petugas tersebut, seharusnya interval vaksin adalah 3 bulan dan jadwal penyuntikan dosis kedua adalah bulan Oktober 2021 mendatang.

Alasan ini sempat membuat Rengga bingung, hal ini lantaran beberapa anggota keluarganya seminggu silam telah mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua di Polres Gunungkidul.

“Katanya ada kesalahan penulisan. Saya sempat komplain, kalau memang ada salah jadwal, kenapa saya disuruh antri bahkan sampai lebih dari dua jam. Antrian cek suhu, antrian cek tekanan darah, hingga mengantri untuk disuntik vaksin. Seharusnya kalau dari awal dijelaskan saya pasti pulang dan nunggu bulan depan,” ujarnya.

Yang membuatnya meradang dan sempat terlibat adu mulut adalah saat ia komplain tersebut, petugas menanggapinya dengan kata-kata yang dianggapnya arogan. Cek cok muulut pun sempat beberapa saat terjadi. Apalagi, di kartu vaksinnya tersebut, sudah diisi dan ditandatangani petugas. Padahal dia sendiri ditolak dan tidak pernah mendapatkan suntikan vaksin jenis kedua. Ia sempat menanyakan hal tersebut namun tidak ada jawaban jelas.

“Lha gimana tidak mangkel, petugasnya malah ngomong, harusnya kamu berterima kasih karena vaksinnya di Polres kok di sini mau melayani. Setelah ibunya ngomong begitu saya langsung emosi, mbok yang baik saja ngomongnya kalau jadi petugas pelayanan publik itu,” papar Rengga.

“Setahu saya itu kalau belum divaksin ya tidak diparaf. Lha kartu jadwal vaksin saya kok diminta dan diparaf, sebulan lagi suruh balik ke sini. Milik istri saya juga masih kosong, hanya punya saya saja yang sudah terisi,” sambung dia.

Ia menyayangkan pelayanan petugas vaksinasi lantaran sejak pemdaftaran hingga skrining tidak ada yang memperhatikan kartu jadwal vaksin miliknya jika keliru. Sebagai masyarakat awam sendiri ia mengaku tak paham betul interval masing-masing vaksin. Ia hanya menurut apa yang tercantum dalam jadwal dan belajar dari anggota keluarga lainnya yang sudah disuntik vaksin sesuai jadwal yang tertera.

Bahkan saat mengantri tersebut, ia melihat ada satu orang warga yang langsung masuk ke ruang penyuntikkan tanpa mengantri. Kebetulan, ia mengenali orang tersebut lantaran dulu merupakan teman sekolahnya. Dan sepengetahuannya, ibu dari temannya itu berprofesi sebagai perawat.

“Saya kan harus cuti kerja hari ini untuk meluangkan vaksin, rugi waktu karena sudah di sini dari pagi akhirnya ditolak. Tadi saya disuruh pergi dengan alasan masih banyak antrian yang harus dilayani,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Wonosari, Arif Budiyanto membenarkan adanya insiden ini. Namun begitu, ia berdalih bahwa penolakan ini adalah agar fungsi vaksin bisa bekerja secara maksimal. Interval vaksinasi untuk jenis Aztra Zeneca disebutnya adalah selama 12 minggu atau tiga bulan.

Arif juga mengakui adanya pengisian kartu vaksin milik Rengga padahal yang bersangkutan belum disuntik. Namun begitu, ia berdalih bahwa sebenarnya petugas sudah akan meralat namun terjadi cek cok mulut tersebut.

“Petugas kami mengaku keliru menandatanganinya. Sebetulnya tadi mau di tipe ex, tapi yang bersangkutan sudah meminta kartunya di hadapan banyak orang, jadi ya dikasihkan saja,” papar Arif.

Arif menegaskan, pihaknya tetap melayani seluruh suntikan dosis bagi masyarakat yang membutuhkan. Meskipun saat dosis pertama tidak di UPT Puskesmas Wonosari II.

“Jadi mohon maaf, kita saling pengertian saja, jangan emosi yang dikedepankan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler