fbpx
Connect with us

Politik

Koalisi PKS dan PAN Makin Intens Dengan Sunaryanta, Bagaimana Nasib Immawan dan PDIP?

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Manuver mengejutkan dilakukan oleh PKS dan PAN dalam menyongsong Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang. Kedua parpol tersebut bisa jadi merupakan parpol pertama yang membentuk koalisi. Akhir pekan lalu, sejumlah petinggi dari PKS dan PAN menggelar pertemuan untuk membahas arah koalisi. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pula Sunaryanta yang memang sejak awal diperkirakan menjadi salah satu kandidat serius yang akan terjun di ajang Pilkada Gunungkidul.

Pertemuan politik antara PKS, PAN dan Sunaryanta sendiri menjadi sangat menarik. Hal ini lantaran, khususnya PAN dan Sunaryanta sebelumnya dikaitkan dengan calon maupun partai lainnya. PAN diisukan akan mengusung Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, sementara Sunaryanta santer disebut akan maju diusung PDIP.

Kepada pidjar.com, Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwaruddin menjelaskan, pihaknya tak menampik bahwa sudah ada kesepakatan koalisi yang terjalin antara PKS dan PAN. Dalam pembicaraan yang berlangsung, menurutnya sudah ada banyak poin-poin di mana kedua parpol tersebut memiliki kesamaan cara pandang. Diantaranya adalah pembentukan sebuah koalisi besar serta metode pembangunan Gunungkidul ke depan. Sehingga kemudian, dalam pertemuan ini menghasilkan hasil yang positif terkait kesepakatan awal pembentukan koalisi.

“Kita juga sudah sepakat untuk tidak memaksakan kader masing-masing untuk diajukan sebagai calon yang diusung. Semua terserah kesepakatan antara partai-partai koalisi saja. Kita kedepankan bagaimana agar Gunungkidul bisa maju dan rakyatnya sejahtera saja,” tandas Anwaruddin, Senin (11/11/2019) siang.

Peluang berkoalisi memang sangat besar lantaran selain kesepakatan awal yang telah terjalin, kedua parpol tersebut juga sempat memiliki sejarah koalisi dalam Pilkada. Kala itu, PAN dan PKS menjadi anggota partai koalisi yang berhasil menghantarkan duet Sumpeno Putro-Badingah memegang tampuk kekuasaan di Gunungkidul.

“Kita yakin jika bersatu, akan bisa membentuk kekuatan yang sangat besar,” tandasnya.

Terkait kehadiran Sunaryanta dalam pertemuan tersebut, hal itu disebutnya hanya kebetulan semata. Dipaparkannya, selama ini, baik PKS maupun PAN memang telah menjalin hubungan baik dengan Sunaryanta. Banyak kegiatan baik politik maupun kemasyarakatan yang juga melibatkan Sunaryanta. Sehingga menjadi tak masalah ketika Sunaryanta hadir dalam pertemuan tersebut.

Berita Lainnya  Insiden Surat Suara Tertukar Panaskan TPS 14 Jatiayu, Suharno Tuntut Dilakukannya Pemungutan Suara Ulang

Ia menambahkan, sosok Sunaryanta disebutnya berpeluang untuk diusung oleh koalisi yang digagas PAN dan PKS ini. Meski santer akan diusung oleh PDIP, Anwaruddin menyebut bahwa hal tersebut belum pasti. Dan saat pertemuan tersebut, Sunaryanta juga menyatakan kesediaannya jika nantinya akan diusung, serta menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada parpol koalisi.

“Beliau sudah menyatakan siap apabila nantinya koalisi kami sepakat untuk mengusung Sunaryanta sebagai Calon Bupati Gunungkidul dalam Pilkada 2020 mendatang,” beber dia.

Namun demikian, Anwaruddin juga memberikan catatan, keputusan mengusung calon Bupati sendiri saat ini masih belum final. Pihaknya juga terus melakukan penjaringan terhadap sejumlah tokoh masyarakat seperti Immawan Wahyudi, Kolonel Tugiman, maupun yang lainnya. Penggodokan di internal partai terus dilakukan sementara juga diikuti dengan pembicaraan dengan parpol lainnya.

“PAN kan memang hanya memiliki 6 kursi di parlemen, jadi tidak bisa mengusung sendiri dan harus berkoalisi,” tandas Anwaruddin.

Langkah PAN ini sendiri telah sesuai dengan perintah dari DPP PAN. Kalangan DPP diperintahkan untuk sedini mungkin membangun koalisi yang kuat. Segala perkembangan terkait komunikasi politik yang terjadi selalu dilaporkan secara rutin kepada DPP PAN. Sehingga untuk perkembangan berbagai manuver yang dilakukan kader di daerah, dimonitor oleh pusat.

Dengan adanya kesepakatan ini, pihaknya akan terus membangun komunikasi politik dengan parpol-parpol lainnya. Termasuk diantaranya dengan PKS. Anwar menyebut, dengan adanya kesepakatan awal ini, justru akan diikuti dengan pertemuan-pertemuan lain yang lebih intensif. Pihaknya menargetkan, pada Desember mendatang atau paling lambat Januari 2020, koalisi yang permanen sudah resmi terbentuk lengkap dengan pasangan calon yang akan diusung.

Berita Lainnya  Jelang Masa Pendaftaran Jalur Independen Pilkada Gunungkidul, Sudah 2 Orang Jalin Komunikasi Dengan KPU

“Sesuai perintah DPP, jangan terlalu cepat, tapi jangan sampai terlambat. Kita kerja terus dalam hal ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Gunungkidul, Ari Siswanto menuturkan hal tak jauh berbeda dengan yang dipaparkan Anwaruddin. Menurutnya, memang telah terjadi kesepakatan awal antara PAN dan PKS dalam pembentukan koalisi. Hal ini menurutnya sangat positif sebagai iklim persaingan dalam Pilkada Gunungkidul mendatang. Selama ini memang, perhatian publik lebih banyak tertuju kepada partai-partai besar seperti PDIP dan NasDem yang memang tanpa berkoalisi sudah bisa mengusung calon masing-masing.

“Iklim politik lebih dinamis dengan terbentuknya poros ini,” terang Ari.

Ke depan, pihaknya akan langsung bergerak cepat dalam pembentukan koalisi ini. Sejumlah parpol yang telah ditemui sebelumnya oleh PKS sendiri telah menyatakan kesediaannya pula untuk berkoalisi. Diantara kedua parpol tersebut adalah Golkar dan PKB. Ada juga kemungkinan Demokrat serta Gerindra yang akan merapat pula. Ari menargetkan, maksimal satu bulan ke depan, koalisi ini sudah bisa dibentuk sehingga nanti pembahasan tinggal membentuk pasangan yang akan diusung.

“Kita bentuk rumahnya dulu, baru nanti berbicara calon. Tidak menutup juga kemungkinan koalisi yang terbentuk berkoalisi dengan partai besar. Kita tunggu saja dinamika politiknya bagaimana,” lanjutnya.

Disinggung perihal Sunaryanta, Ari tak menampik bahwa yang bersangkutan adalah salah satu tokoh terkuat yang diincar oleh pihaknya. Sunaryanta pun juga telah menyatakan kesediannya untuk diusung oleh PKS maupun partai koalisi jika nantinya benar-benar terbentuk.

“PKS juga langsung fokus untuk menyaring calon Wakil Bupati, karena di kami mekanismenya harus mengirimkan ke DPP sudah dalam bentuk pasangan calon. Bisa dari birokrat, ulama atau kalangan lainnya. Yang terpenting memiliki kemampuan dan kemauan untuk membangun Gunungkidul,” tutup Ari.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler