fbpx
Connect with us

Sosial

Kondisi Drop, Jamaah Haji Asal Playen Meninggal Dunia di Mekah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Satu orang jamaah haji asal Kabupaten Gunungkidul meninggal dunia di tengah menjalankan ibadah haji. Jamaah yang tergabung dalam kloter 28 SOC dinyatakan meninggal dunia di kamar penginapan yang berada di Mekkah pada Selasa (28/08) kemarin. Indikasi dari pihak medis di Mekkah, jamaah atas nama Waluyo Darmo Pawiro meninggal karena penyakit jantung yang menyerang saat tengah beristirahat.

Kasi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul, H. Arief Gunadi menjelaskan, Waluyo Darmo Pawiro warga Desa Ngawu, Kecamatan Playen tersebut kondisinya memang sempat drop kala berada di Mina. Namun, setelah mendapat penanganan dari dokter, kondisi Waluyo lantas berangsur membaik. Akan tetapi takdir justru berkata lain, Selasa petang selepas Sholat Maghrib, kondisi yang bersangkutan kembali drop.

Berita Lainnya  Belum Semua Nelayan Sejahtera, HSNI Dorong Pemkab Gunungkidul Perbaiki Akses Jalan

"Awalnya masih bisa beraktifitas layaknya yang lain bisa ke kamar mandi sendiri. Selepas Maghrib kondisinya drop, dokter sempat akan memasang infus tapi sayang sudah meninggal duluan," kata H. Arief Gunadi yang berada di Mekkah saat dihubungi Pidjar.com.

Lebih lanjut ia mengatakan, pagi tadi jenazah Waluyo langsung disholatkan oleh ribuan jamaah di Masjidil Harom. Ia kemudian dimakamkan di pemakaman umum yang berada di Mekkah.

Duka mendalam tentunya dirasakan oleh keluarga terutama istrinya yang juga ikut berangkat haji, bahkan beberapa jamaah lain yang ikut dalam satu rombongan juga bersedih dan seolah tidak percaya terkait kepergian Waluyo.

"Sudah dimakamkan tadi pagi," imbuh Arif.

Berita Lainnya  Lirik Gunungkidul, Investor Besar Berencana Bangun Pabrik Tepung Tapioka dan Pabrik Kertas

Diceritakan oleh Arief, Waluyo sendiri sejak awal memang menjadi salah satu jamaah yang terus mendapat pengawasan dari dokter. Kondisinya yang sudah lanjut usia menjadi salah satu alasan pantauan khusus yang diberikan oleh tim kesehatan. Menjalankan Ibadah Haji memang membutuhkan kondisi tubuh yang prima lantaran suhu dan cuaca di sana tentu berbeda dengan di tanah air.

"Kami berangkat pulang dijadwalkan tanggal 4 September mendatang. Paling tidak tanggal 5 baru sampai di Gunungkidul. Secara keseluruhan dalam kondisi baik, kegiatan pokok sudah terlaksana semua," tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler