Sosial
Kondisi Drop, Jamaah Haji Asal Playen Meninggal Dunia di Mekah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Satu orang jamaah haji asal Kabupaten Gunungkidul meninggal dunia di tengah menjalankan ibadah haji. Jamaah yang tergabung dalam kloter 28 SOC dinyatakan meninggal dunia di kamar penginapan yang berada di Mekkah pada Selasa (28/08) kemarin. Indikasi dari pihak medis di Mekkah, jamaah atas nama Waluyo Darmo Pawiro meninggal karena penyakit jantung yang menyerang saat tengah beristirahat.
Kasi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul, H. Arief Gunadi menjelaskan, Waluyo Darmo Pawiro warga Desa Ngawu, Kecamatan Playen tersebut kondisinya memang sempat drop kala berada di Mina. Namun, setelah mendapat penanganan dari dokter, kondisi Waluyo lantas berangsur membaik. Akan tetapi takdir justru berkata lain, Selasa petang selepas Sholat Maghrib, kondisi yang bersangkutan kembali drop.
"Awalnya masih bisa beraktifitas layaknya yang lain bisa ke kamar mandi sendiri. Selepas Maghrib kondisinya drop, dokter sempat akan memasang infus tapi sayang sudah meninggal duluan," kata H. Arief Gunadi yang berada di Mekkah saat dihubungi Pidjar.com.
Lebih lanjut ia mengatakan, pagi tadi jenazah Waluyo langsung disholatkan oleh ribuan jamaah di Masjidil Harom. Ia kemudian dimakamkan di pemakaman umum yang berada di Mekkah.
Duka mendalam tentunya dirasakan oleh keluarga terutama istrinya yang juga ikut berangkat haji, bahkan beberapa jamaah lain yang ikut dalam satu rombongan juga bersedih dan seolah tidak percaya terkait kepergian Waluyo.
"Sudah dimakamkan tadi pagi," imbuh Arif.
Diceritakan oleh Arief, Waluyo sendiri sejak awal memang menjadi salah satu jamaah yang terus mendapat pengawasan dari dokter. Kondisinya yang sudah lanjut usia menjadi salah satu alasan pantauan khusus yang diberikan oleh tim kesehatan. Menjalankan Ibadah Haji memang membutuhkan kondisi tubuh yang prima lantaran suhu dan cuaca di sana tentu berbeda dengan di tanah air.
"Kami berangkat pulang dijadwalkan tanggal 4 September mendatang. Paling tidak tanggal 5 baru sampai di Gunungkidul. Secara keseluruhan dalam kondisi baik, kegiatan pokok sudah terlaksana semua," tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
