Peristiwa
Korban Ubur-ubur di Pantai Selatan Mulai Berjatuhan, 2 Bocah Dilarikan ke Pos Kesehatan
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wisatawan yang berkunjung ke wilayah Pantai di Kabupaten Gunungkidul pada musim kali ini diharapakan agar lebih berhati-hati terhadap serangan ubur-ubur. Meski tidak mematikan, namun sengatan ubur-ubur cukup menyakitkan. Hingga saat ini, sudah cukup banyak korban yang berjatuhan akibat serangan ubur-ubur.
Sekretaris Tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengungkapkan, dalam 2 hari terakhir ini, telah terjadi 2 kasus pengunjung anak yang terkena serangan ubur-ubur. Dua kasus ini menurut Surisdiyanto terhitung cukup banyak dan menjadi perhatian di tengah masih minimnya pengunjung pantai selatan di masa Ramadan ini.
“Ada dua kasus yang kita tangani, kedua korban masih berusia anak dan sempat mendapatkan perawatan di Pos SAR,” kata Suris, Kamis (14/06/2018) sore tadi.
Ia beberkan lebih lanjut, kasus pertama terjadi pada Rabu (13/06/2018) siang kemarin. Seorang anak, Danifa (6) wisatawan Karang Duwet, Kecamatan Wonosari tersengat ubur-ubur di Pantai Kukup. Akibat sengatan ubur-ubur di bagian tangan tersebut, korban mengalami sesak nafas dan harus dilarikan ke Pos Kesehatan Pantai Baron.
Sementara untuk kasus yang kedua terjadi pada Kamis siang di mana lagi-lagi seorang anak, Afis (9) wisatawan asal Bantul juga di Pantai Kukup. Kala itu, korban yang melihat adanya benda seperti balon biru yang mengapung di air kemudian memegangnya. Akibatnya, korban lantas disengat.

“Korban hanya mengalami gatal-gatal dan langsung mendapatkan perawatan medis,” imbuh dia.
Sementara itu, Ketua Sat Linmas SAR Istimewa, Marjono mengatakan, dari hasil penyisiran sejauh 150 Mil yang dilakukan pihaknya di sekitar pantai selatan pada beberapa waktu lalu, memang sudah muncul hewan yang dikenal masyarakat dengan sebutan impes itu. Hal tersebut sangat berpotensi menganggu wisatawan yang sedang menikmati liburan di kawasan pantai.
"Ubur-ubur ini sudah menepi di kawasan pantai sehingga mengancam pengunjung,” jelas Marjono.
Ditambahkan Marjono, serangan ubur-ubur mirip sekali dengan sengatan kalajengking. Hal tersebut tentu dapat membuat wisatawan merasakan sakit nyeri pada bekas sengatan.
"Dalam penangannya, kita membutuhkan alkohol dan oksigen sebagai pengobatan pertama," lanjut Marjono.
Selain serangan ubur-ubur, Marjono juga menghimbau kepada wisatawan agar menjauhi zona bahaya di tepi pantai. Pihaknya berharap agar setiap himbauan yang diberikan oleh petugas dapat menjadi perhatian.
"Selama ini kecelakaan laut terjadi karena wisatawan tidak mendengarkan apa yang telah kita sampaikan," pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan Puskesmas yang ada di sekitar obyek wisata pantai untuk stand by 24 jam dalam memberikan penanganan medis. Sejumlah obat-obatan pun juga telah ditambahkan untuk antisipasi lanjutan.
"Ada 5 Puskesmas yang on 24 jam. Tambahan tabung oksigen dan alkohol seperti permintaan SAR juga telah kami siapkan," pungkas Priyanta.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono menghimbau kepada calon wisatawan untuk tidak takut berwisata ke Gunungkidul terlebih di wilayah pantai. Meski demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati.
"Jaga diri baik-baik, jika ada hewan aneh ya jangan di sentuh. Rambu-rambu atau papan peringatan daerah bahaya di pantai sebaiknya juga menjadi perhatian," pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
