Politik
KPU Bakal Larang Eks Napi Korupsi Maju Dalam Pencalegan Pemilu 2019
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bakal melarang eks narapidana tindak pidana korupsi untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) 2019. Tak hanya eks napi korupsi saja, pelaku kejahatan seksual anak, dan bandar narkotika juga akan dilarang maju sebagai calon legislatif (caleg) di Pemilu 2019. Keputusan ini dinilai merupakan bentuk perluasan tafsir dari Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dan bahkan sudah tercantum dalam draf Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pencalonan di Pemilu 2019. Peraturan ini sendiri dibuat sebagai tindak lanjut atas banyaknya politisi yang tersandung kasus korupsi.
Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, langkah KPU yang akan melarang eks narapidana menjadi caleg merupakan bentuk dalam meneguhkan komitmen bersama agar partai politik dan pemilih dilindungi dari bakal caleg yang pernah dijerat tindak pidana. Maka dengan begitu, dapat memperbaiki kualitas pemilu dan pemerintahan yang dipilih melalui proses pemilu.
"Ini merupakan langkah progresif dalam upaya pemberantasan korupsi dan menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas," katanya, Jumat (13/04/2018).
Dilanjutkannya, berdasarkan Pasal 240 Ayat 1 huruf (g) Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan. Adapun persyaratan tersebut yakni tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.
"Sementara usul larangan mantan narapidana korupsi menjadi caleg itu tercantum pada Pasal 8 huruf (j) PKPU Pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota," jelas Is.
Dibuatnya peraturan ini dimaksudkan agar warga masyarakat dapat memilih wakil rakyat dengan rekam jejak yang baik. Apabila kandidat yang ditampilkan berkualitas dengan memiliki reputasi yang baik dan tidak bermasalah, maka pemilunya pun ikut berkualitas sehingga partisipasi masyarakat pun tinggi.
Diketahui, wacana pelarangan muncul setelah melihat beberapa calon kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi saat proses Pilkada 2018 berjalan. Oleh karenanya, KPU ingin melarang mantan terpidana kasus korupsi menjadi calon legislatif (caleg) di Pemilu 2019 untuk mendorong terciptanya penyelenggaraan negara yang bersih.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
