fbpx
Connect with us

Politik

Kritisi Sejumlah Program, DPD PAN Gunungkidul Minta Bupati Lebih Realistis

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dewan Pengurus Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul nampaknya fokus mengawal pemerintahan Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto. Dalam waktu tiga bulan ini, PAN banyak mengkritisi kepemimpinan Bupati agar program pemerintah lebih nyata lagi.

Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi mengatakan beberapa hal yang menjadi catatannya yakni pencanangan Pariwisata Gunungkidul Mendunia dengan cara menarik banyak investor. Ia menyoroti program segitiga emas dimana pertanian, perikanan, dan kelautan menjadi penopang ekonomi rakyat Gunungkidul tak memiliki tolok ukur.

“Belum ada data mendasar sebagai penguat, misalnya pencanangan Pariwisata Gunungkidul Mendunia masih perlu dievaluasi. Karena apakah mungkin pariwisata Gunungkidul mendunia dengan kondisi sekarang ini,” kata Arif, Sabtu (05/06/2021).

Ia menyoroti infrastruktur pariwisata yang masih minim. Tentu hal ini menjadi kendala sehingga Pariwisata Gunungkidul Mendunia merupakan target yang terlalu tinggi.

“Belum lagi klaim tentang banyak investor yang masuk ke Gunungkidul. Kami menyangsikan hal tersebut apalagi di tengah pandemi Covid19 seperti sekarang ini. Terlebih data dari pemerintah menunjukkan jika kecenderungan investasi mengalami penurunan,” papar dia.

Menurutnya, jika memang banyak investor masuk ke Gunungkidul harus disesuaikan dengan fakta serta jumlah dalam bentuk angka pasti. Terlebih, belum ada target besaran investasi yang digaet.

“Kalau sudah ada target nanti baru bisa dijadikan tolok ukur,” ucap Arif.

Ia juga mempertanyakan pencanangan pertanian, perikanan dan kelautan menjadi penopang kehidupan Gunungkidul. Karena menurutnya, sampai saat ini belum terlihat kontribusi signifikan dari pemerintah terhadap sektor yang digadang-gadang jadi andalan tersebut.

“Di sisi lain kami apresiasi ya Bupati dan Wabup sering turun ke lapangan ketemu warga, tapi ya jangan keseringan keduanya harus fokus dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) jangan sampai yang penting justru terlewatkan,” tandas Arif.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler