fbpx
Connect with us

Politik

Tingkat Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu 2024 Capai 85,6 Persen, Tertinggi Dalam Sejarah

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Partisipasi pemilih dalam mengikuti pencoblosan pada Pemilihan Umum (pemilu) 2024 di Kabupaten Gunungkidul mencapai 85 persen. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Pemilu 2019 silam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul mengklaim partisipasi pemilih kali ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah pemilu di Bumi Handayani.

Ketua KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti mengatakan, grafik partisipasi pemilih per kecamatan meningkat dibandingkan dengan periode 2019. Secara keseluruhan mengalami peningkatan. Dimana yang semula hanya 82 pesen sekarang meningkat 3 persen menjadi 85 persen.

“Secara keseluruhan kita mengalami peningkatan. Jika diprosentase menjadi 85 persen untuk seluruh Gunungkidul,” ucap ucap Asih Nuryanti, Jumat (01/03/2024).

Tak bisa dipungkiri, tingginya jumlah partisipasi ini menjadi kebahagiaan yang sangat besar dari KPU Gunungkidul. Mengingat sejak beberapa waktu lamanya, KPU Gunungkidul terus mengkampanyekan kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

“Tingkat partisipasi pemilih 2024 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah di Kabupaten Gunungkidul,” kata Asih.

Berita Lainnya  Disebut Sebagai Bentuk Kampanye Hitam, Tim Kampanye Prabowo-Sandi Minta Peredaran Tabloid Indonesia Barokah Ditindak Tegas

Menurutnya, meningkatnya jumlah partisipasi masyarakat sendiri disebabkan oleh suksesnya sosialisasi yang dilaksanakan KPU dan beberapa pihak lainnya. Seperti misalnya yang dilakukan oleh KPU, PPK, PPS, relawan, Kesbangpol dan Kominfo selama ini.

Selain itu, masyarakat dianggap juga berhasil melewati pendidikan politik dari sosialisasi serta iklim politik yang berlangsung sebelum pemilu 2019 dilaksanakan. Sehingga mereka termotivasi untuk menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS.

“Saat ini masyarakat semakin paham pentingnya Pemilu untuk kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

“Selain itu mungkin juga berkaitan dengan antusiasme masyarakat kepada para calon (Presiden Wakil Presiden, DPD, dan calon legislator),” tutup Asih Nuryanti.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler