fbpx
Connect with us

Peristiwa

Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran

Published

on

Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 157
Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 158 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 159 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 160 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 161 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 162 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 163 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 164 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 165 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 166 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 167 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 168 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 169 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 171 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 172 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 173 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 174

Wonosari,(pidjsr.com)–Hingga hari ke sepuluh Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Bumi Handayani, Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul belum melakukan tindakan represif terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran instruksi bupati. Sat Pol PP sendiri masih mengandalkan sanksi teguran lisan.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah, Satpol PP Gunungkidul, Sugito mengatakan ada 50 pelaku usaha yang ditegur lantaran tidak sesuai dengan ketentuan PSTKM. Ia mengatakan, kerumunan di rumah makan masih kerap ditemukan selama operasi berlangsung. Kendati demikian pihaknya mengklaim pelaku usaha yang pada awalnya tidak mematuhi kuota makan di tempat 25% ketika sudah ditegur kemudian patuh.

“Kami sudah memiliki prosedur teguran pertama, kedua, ketiga, terus teguran tertulis dan pembubaran. Tapi mereka baru ditegur pertama sudah mematuhinya,” ujar Sugito, Kamis (21/01/2021).

Sugito menambahkan, batasan dari masing-masing sanksi hanya tiga hari. Jika nantinya tiga hari belum diindahkan maka Sat Pol PP akan melakukan penutupan.

Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 175 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 176 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 170

“Tapi untuk penutupan belum pernah kami laksanakan, pelaku usaha yang kita tegur langsung memperbaiki,” kata dia.

Pihaknya sejauh ini sudah melakukan patroli di lokasi wisata, pendidikan, toko, pasar kemudian jalur perbatasan. Sejauh ini, pihak Sat Pol PP mengaku siap jika ada perpanjangan masa PSTKM.

“Kami sudah bekerja dari sebelum masa PSTKM, intinya kami siap. Dari sisi fisik personil siap, mereka mematuhi protokol kesehatan dan siap jadi garda terdepan menegakkan peraturan,” tandas Sugito.

Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 178 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 179 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 180 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 181 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 182 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 183 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 184 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 185 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 186 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 187 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 188 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 189 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 190 Langgar Kapasitas Makan di Tempat 25%, Pengusaha Dapat Teguran 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler