fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Latih Puluhan Pemandu, Dinpar Kembangkan Wisata Menikmati Panorama Gunungkidul Dari Angkasa

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah di DIY yang memiliki landasan paralayang. Tak hanya satu, di Bumi Handayani ini bahkan ada dua landasan yang dapat digunakan untuk wisata minat khusus itu. Diharapkan ke depan, potensi wisata palahyang ini akan mampu menarik pengunjung dan membuat kunjungan wisatawan lebih menyebar. Saat ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul telah melakukan pengembangan berkaitan dengan potensi wisata minat khusus paralahyang. Puluhan orang pemandu dilatih agar nantinya bisa mendampingi para wisatawan yang ingin menikmati sensasi panorama Gunungkidul dari angkasa.

Kasi Promosi dan Informasi Wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto menuturkan, dua landasan paralayang yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul berada di obyek wisata Watu Gupit, Kapanewon Purwosari dan Embung Sriten, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar. Selama ini, landasan Watu Gupit memang selama ini lebih populer karena di lokasi tersebut juga banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat matahari terbenam.

“Sementara kalau untuk yang Sriten ini memang khusus senior dan lomba. Karena medannya cukup extrem,” terang Sumardamto, Jumat (22/01/2020).

Wisata minat khusus ini tengah digarap serius oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Diharapkan ke depan wisata tersebut mampu lebih mengenalkan potensi wisata serta menggerakan ekonomi maayarakat khususnya di sektor utara. Sehingga kunjungan wisatawan tidak menumpuk di kawasan pantai berpasir. Selain itu juga tentunya untuk menambah lengkap khasanah pariwisata di Gunungkidul.

“Harapannya memang untuk mengenalkan seluruh potensi yang ada di Gunungkidul. Persebaran wisatawan lebih merata tidak hanya di sektor selatan saja,” terang dia.

Salah satu yang telah dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan pemandu paralayang. Sebelumnya, di Gunungkidul, jumlah pemandu untuk wisata paralayang, khususnya untuk pemandu tandem ini memang sangat kurang Gunungkidul. Menurut Purnomo, pelatihan mutlak ada lantaran wisata minat khusus ini sangat ekstrem dan membutuhkan kemampuan pemandu tandem yang mumpuni demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Sementara untuk pemandu yang bertugas mengarahkan saat ini berjumlah 20 orang dan dianggap telah mencukupi.

“Anggaran pelatihan pemandu tandem ini dari DAK Non Fisik Pelayanan Kepariwisataan Kemenparekrat tahun 2020. Anggaran pelatihan Rp 160 juta, terserap semua. Anggaran pendampingan ada juga Rp 133 juta untuk keperluan peserta, penginapan konsumsi, sewa kendaraan dan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut bekerjasama dengan PORDIRGA Paralayang FASI DIY dengan mendatangkan instruktur utama kelas nasional Capung Indrawan dan Bodhi Suprana.

“Sekarang mereka latihan rutin di Watugupit. Kebetulan bulan Desember-Maret ini memang musim terbang di sana,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler