Politik
LDII Berharap Gunungkidul Dapat Bupati Yang Bisa Memajukan Daerah
Karangmojo, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pesta demokrasi Pemilu 2019 telah berlangsung dan tinggal menunggu pengumuman hasil pemilihan dari KPU. Apapun hasilnya, itu adalah pilihan dan kehendak rakyat Indonesia. Dewan Pimpinan Daerah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Kabupaten Gunungkidul berharap situasi masyarakat yang saat ini terkotak-kotak bisa segera kembali pulih dan tercipta suasana yang ayom ayem seperti sediakala.
“Secara garis organisasi LDII bersikap netral aktif dalam setiap pemilihan. Artinya kita berikan keharusan sebagai warga harus menggunakan hak pilihnya dan tidak boleh golput. Kalau masalah ada perbedaan pilihan itu wajar dan setelah selesai ya sudah kita segera menyatu kembali,” tegas Nurasid, Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul seusai acara buka puasa bersama.
Selepas Pemilu, sambung Nurasid, masih banyak pekerjaan dan agenda yang harus dilakukan demi terciptanya bangsa yang baldatun thoyyibatun waa robbun ghaffur. Apalagi tahun depan masyarakat Gunungkidul juga akan menghadapi pemilihan umum kepala daerah yang baru. Hj Badingah, Bupati Gunungkidul saat ini dipastikan tidak dapat mencalonkan diri kembali lantaran sudah dua periode masa jabatan.
“Untuk itu kami warga LDII berharap munculnya sosok pimpinan yang lebih baik lagi. Bupati yang dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki Gunungkidul demi kemajuan dan kemakmuran warganya,” tambah Nurasid.
Selama menjabat sebagai bupati, Nurasid menilai sosok Badingah sudah berupaya maksimal mengejar ketertinggalan dari daerah lain. Bermacam prestasi nasional telah diraih dan itu menjadi bukti keseriusan Pemkab Gunungkidul dalam memajukan daerah. Meski begitu, di era mendatang Kabupaten Gunungkidul membutuhkan sosok pemimpin yang tegas serta memiliki visi misi ke depan yang jelas dalam mengembangkan limpahan potensi Gunungkidul untuk kemakmuran rakyat.
“Kita tentunya ingin memiliki pemimpin yang memiliki visi dan misi konkrit dalam memajukan Gunungkidul,” beber dia.
Sementara itu diungkapkan Mayor Chb Sunaryanta, kunjungannya ke DPD LDII Gunungkidul adalah upaya menyambung tali silaturahmi. Perwira TNI AD ini berharap LDII Gunungkidul menceritakan situasi Negara pasca pemilihan umum April 2019 kemarin.
“Saya berharap warga LDII tidak ikut-ikutan terlalu reaktif mensikapi hasil pemilu. Sudah ada lembaga-lembaga yang berwenang menangani sengketa pemilu. Jadi saya sependapat dengan Pak Nurasid. Mari kita kembali bergandeng tangan dan rukun seperti sediakala,” harap Sunaryanta.
Sebagai organisasi keagamaan, Mayor Sunaryanta menilai LDII selama ini sudah sangat baik dalam menjalin ukhuwah Islamiah dengan kelompok lainnya. Hal ini perlu dikembangkan demi kemajuan Kabupaten Gunungkidul di masa mendatang.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
