fbpx
Connect with us

Sosial

Ledakan Kasus Covid-19 di Gunungkidul, Dalam Sehari 10 Orang Dinyatakan Positif

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Penyebaran corona di Gunungkidul terus memburuk. Setelah sempat pada titik terendah dengan tinggal 4 pasien positif, secara berangsur sejak beberapa pekan terakhir, jumlab kasus terus melonjak. Bahkan pada Rabu (22/07/2020) ini, 10 orang terkonfirmasi positif. Yang memprihatinkan, 8 diantaranya pasien positif teranyar merupakan tenaga medis asal Gunungkidul. Dengan tambahan 10 kasus ini, total ada 35 orang yang menjalani perawatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan kasus positif pada hari ini memang cukup mengejutkan. Pihaknya mendapatkan data adanya 10 kasus baru yang muncul di Gunungkidul.

“Ada 2 kasus penularan, yang satu merupakan perempuan usia 62 tahun warga Panggang yang diketahui positif usai melakukan kontak dengan pendatang. Serta perempuan 49 tahun warga Ngawen melakukan kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif sebelumnya,” ucap Dewi, Rabu sore.

Sedangkan untuk 8 kasus lainnya yakni merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Adapun rincianya yakni 5 orang pada fasilitas kesehatan tingkat pertama serta 3 orang tenaga medis pada satu rumah sakit swasta.

Berita Lainnya  Panen Ubi Kayu di Gunungkidul Melimpah Ruah, Pemerintah Waspadai Jatuhnya Harga

“Rincianya yang faskes, perempuan 20 tahun, laki-laki 39 tahun, perempuan 19 tahun, perempuan 31 tahun, dan laki-laki 35 tahun. Kemudian yang tenaga kesehatan rumah sakit yakni, laki-laki 42 tahun, perempuan 27 tahun dan perempuan 28 tahun,” beber Dewi.

Dengan terus bertambahnya kasus penularan ini, Dewi menyebut bahwa di Gunungkidul terus muncul klaster baru. Pihaknya akan melakukan tracing kontak terhadap 10 kasus baru ini. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran dengan cepat.

“Terus kita gunakan swab untuk tracing,” kata dia.

Disinggung terkait dengan penutupan sementara rumah sakit swasta yang terjadi penularan, Dewi belum bisa berkomentar banyak. Saat ini dirinya mengaku sedang menggelar rapat untuk membahas hal tersebut. Termasuk dengan penularan yang terjadi terhadap sejumlah tenaga kesehatan itu.

Berita Lainnya  Kisah Kepala Sekolah dan Staf SDN Kenteng 2, Rela Berangkat Pagi Buta Demi Bisa Jemput Anak Didik ke Sekolah

“Masih ditelusur dan dibahas,” singkat Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler