Pemerintahan
Aturan Mudik Diperlonggar, Dinkes Antisipasi Kembali Terjadinya Lonjakan Penularan Covid19
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Aturan mudik yang diperlonggar berpeluang menimbulkan membludaknya perantau yang pulang kampung ke Bumi Handayani saat lebaran nanti. Dikhawatirkan, dengan peningkatan mobilitas serta kegiatan masyarakat tersebut, jika tidak diantisipasi dengan berbagai langkah, tak menutup kemungkinan lonjakan penularan covid19 akan kembali terulang.
Dari laporan Dinas Kesehatan Gunungkidul, dalam beberapa waktu terakhir ini kasus aktif covid19 di Gunungkidul telah menunjukkan penurunan. Hingga tanggal 7 April 2022 kemarin, tercatat kasus aktif covid19 di Gunungkidul tinggal menyisakan 121 orang. Jumlah ini telah jauh menurun jika dibandingkan dengan puncak penularan yang terjadi pada medio Februari hingga awal Maret 2022 silam.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyampaikan, dalam rangka pencegahan covid19, pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah. Adanya pelonggaran syarat mudik ini, menurutnya langkah yang paling efektif untuk mencegah penularan adalah dengan memupuk kesadaran kepada masyarakat agar tetap menerapkan prokes dalam aktifitasnya merayakan hari raya. Peran masyarakat baik pemudik ataupun keluarga yang berada di Gunungkidul sangat penting untuk mencegah adanya lonjakan penularan.
Jika melihat lonjakan penularan yang terjadi sebelumnya, pemicu penularan sering kali merupakan dari pelaku perjalanan yang kemudian menyebar. Hal ini perlu diwaspadai semua elemen masyarakat agar lonjakan penularan tidak kembali terjadi.
“Yang penting prokes tetap ketat, harapannya yang masuk Gunungkidul sudah divaksin lengkap,” ucap Dewi, Jumat (08/04/2022).
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Giyanto, menambahkan, meski kasus telah menurun, pihaknya masih menyiapkan bantuan sembako bagi warga isoman untuk berjaga-jaga ketika ke depannya dibutuhkan. Namun demikian, hingga saat ini permintaan terhadap bantuan sembako masih minim dibandingkan dengan tahun lalu.
“Seperti tahun lalu ya ada 2.000 paket, nanti tetap kita siapkan artinya kita ada. Kita juga tidak tahu nanti lebaran pada mudik, itu yang diantisipasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika proses pencairan bantuan masih dalam penyusunan juknis. Ketika nanti juknisnya selesai, maka diharapkan dapat diakses oleh masyarakat. Selain itu, menurutnya setiap Kalurahan idealnya memiliki isoter untuk berjaga-jaga ke depannya.
“Kalau dulu isoter di kalurahan itu banyak, tapi sekarang kan sudah ada pemusatan di isoter Bedoyo. Ya semoga tidak ada lonjakan lagi,” pungkasnya.
-
Uncategorized22 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized20 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized17 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
