Info Ringan
Lima Jenis Anjing Termahal di Dunia
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berencana memelihara anjing? Anda bisa mendapatkan anjing dari tempat penampungan, kerabat yang ingin berbagi anakan anjing, atau membelinya di pet shop. Beda jenis anjing, beda pula harganya. Semakin langka atau populer jenis anjing, maka harga jualnya pun semakin tinggi. Di sebagian besar negara yang ada di dunia ternyata terdapat sejumlah jenis anjing dengan predikat ‘termahal di dunia’. Penasaran jenis anjing apa sajakah yang diklaim sebagai anjing termahal? Simak ulasan berikut ini.
- Löwchen

Meskipun tampilannya mirip dengan Shih Tzu, tetapi anjing ini dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari Shih Tzu. Ya, Löwchen adalah anjing berukuran kecil yang merupakan satu dari sekian banyak jenis anjing termahal. Bagaimana tidak, seekor anjing ini bisa dijual dengan harga USD 10.000 atau jika dirupiahkan (Kurs $1 = Rp 14.000) kira-kira harganya sekitar 142 juta rupiah. Löwchen dianggap sebagai anjing mainan yang cocok dipelihara oleh keluarga. Anjing yang sudah populer sejak Abad Renaisans ini memang unik dan menggemaskan. Walaupun tubuhnya sangat mungil, ternyata seekor Löwchen mampu hidup hingga 12-14 tahun, lho.
- Samoyed

Mungkin para pemilik anjing Samoyed bakal berpendapat seperti ini ketika mengetahui harga Samoyed yang akan diulas dalam artikel ini. Ya, memang tidak semua Samoyed dibanderol dengan harga yang kami sebutkan di sini, tetapi anjing dengan ras termurni ini ‘pernah’ dijual dengan harga tertinggi tersebut. Samoyed masuk dalam kategori anjing paling mahal di dunia karena pernah dihargai hingga USD 8.000 – 10.000 atau kurang lebih 114-142 juta rupiah. Anjing dengan bulu putih (ada pula yang berwarna krem) yang lebat ini memiliki wajah khas serigala. Akan tetapi, sifat Samoyed sangat ramah dan penyayang.
- Tibetan Mastiff

Anjing ini memiliki rambut yang mengembang layaknya seekor singa jantan. Ras yang satu ini berasal dari budaya nomaden Cina, Tibet, Nepal, dan Mongolia. Banyak suku lokal yang mengandalkan Tibetan Mastiff untuk melindungi domba-domba peliharaan mereka dari ancaman serigala, beruang, macan tutul, dan hewan buas lainnya. Tibetan Mastiff tergolong sebagai anjing besar. Bobot anjing ini dapat mencapai 160 pon dengan tinggi 30 inci. Walaupun badannya yang besar dan bulunya yang lebat membuatnya terlihat menggemaskan, tapi kamu harus waspada berada di dekat anjing ini. Pasalnya, Tibetan Mastiff memiliki sifat yang keras kepala dan protektif terhadap majikan atau sesuatu yang memang dilindunginya.
- Pharaoh Hound

Merasa kurang familiar dengan anjing yang satu ini? Maklum saja, Pharaoh Hound memang bukan jenis anjing yang mainstream dipelihara. Di Indonesia sangat jarang orang yang memiliki anjing dari ras tertua ini. Pharaoh Hound sudah hidup sejak zaman Mesir kuno. Konon, dahulu anjing ini dimanfaatkan oleh bangsa Mesir untuk berburu hewan seperti kelinci. Dengan tubuh yang ramping dan tegap, anjing jenis ini benar-benar terlihat menarik untuk dimiliki. Apalagi Pharaoh Hound tergolong anjing yang cerdas dan bisa dilatih dengan baik. Sayangnya, anjing ini dijual dengan harga yang cukup mahal, yakni yang termahal bisa mencapai USD 6.500 atau 92 juta rupiah.
- Akita

Jika dilihat sekilas, anjing yang berasal dari pegunungan utara di Jerman ini terlihat seperti Siberian Husky. Namun, Akita memiliki wajah yang lebih friendly ketimbang Siberian Husky. Anjing dengan bulu yang sangat lebat ini memerlukan perawatan yang baik untuk menjaga agar bulunya tetap mengembang dan terlihat cantik. Akita sendiri sering diklaim sebagai anjing penjaga. Dengan sifatnya yang sangat loyal, Akita mampu berkorban apapun untuk sang majikan. Di samping itu, Akita juga mampu hidup hingga 10-15 tahun terutama jika perawatan yang ia peroleh benar-benar baik. Akita yang termahal dijual seharga USD 4.500 atau 64 juta rupiah.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Budaya18 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
