fbpx
Connect with us

Info Ringan

Lima Hal Pemicu Depresi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Depresi merupakan gangguan mental yang berbeda dengan stres dan tidak boleh disepelekan. Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah. Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda. Berikut ini ada beberapa faktor yang ternyata menjadi penyebab depresi yang mungkin belum Anda sadari.

1. Merokok

Merokok diketahui dapat menyebabkan risiko terjadinya depresi. Hal ini karena nikotin yang ada pada rokok bisa mempengaruhi aktivitas neurotransmitter pada otak. “Rasa ‘ringan’ yang muncul saat merokok tidak bermanfaat kecuali hanya merusakkan tubuh Anda,” kata Michael Roizen dari Cleveland Clinic. “Jika Anda ingin menemukan rasa ringan yang sama tanpa efek merusakan dan memicu penyakit? Cobalah menemukannya dalam renjana akan sesuatu yang Anda cintai, olahraga, berbincang dengan teman, memasak. Hal itu akan membantu terutama dalam hal depresi.”

Berita Lainnya  Lima Manfaat Mengkonsumsi Daging kelapa

2. Kurang Tidur

Kurang tidur juga sering dianggap menjadi biang keladi menurunnya kesehatan seseorang, salah satunya dapat memicu perasaan depresi. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2007, diketahui bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko iritabilitas dan depresi. Jika Anda tak memprioritaskan kebutuhan ini, Anda bukan hanya berisiko terserang penyakit kronis seperti penyakit jantung, tapi juga kondisi emosional. Penelitian menunjukkan kekurangan tidur yang sangat bisa mengubah suasana hati. Depresi juga bisa berdampak pada pola tidur yang tak nyenyak sehingga muncul siklus semacam lingkaran setan.

3. Kecanduan Sosial Media

Banyak orang di jaman sekarang yang menghabiskan waktunya untuk bersosial media. Padahal sejumlah penelitian telah menemukan bahwa orang yang kecanduan sosial media terutama remaja, memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami depresi. Adalah proses alam bawah sadar yang disebut para peneliti sebagai “perbandingan sosial” dan ini bisa memicu perasaan depresi pula menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Social and Clinical Psychology.

Berita Lainnya  Resep Takjil Cokelat Cendol Milk Tea

4. Kurang Mengkonsumsi Ikan

Ikan sangat bagus untuk kesehatan. Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Orang (terutama wanita) yang kurang mengonsumsi ikan memiliki risiko untuk mengalami depresi. sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2004 di Finlandia menemukan adanya hubungan antara kurangnya konsumsi ikan dengan depresi pada wanita. Namun anehnya, hal itu tidak terjadi pada pria.

5. Tetangga Anda

Dengan siapa Anda bertetangga akan sangat menentukan kesehatan mental Anda. Peneliti menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah yang padat lebih mungkin mengalami masalah mental terutama depresi demikian dilaporkan Scientific American. Meski penjelasannya diakui para ahli bisa sangat rumit, mereka berteori bahwa menghabiskan waktu lebih banyak di alam bebas bisa menjadi pengobatnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler