fbpx
Connect with us

Politik

Lima Nama Yang Akan Jadi Kandidat Bupati Gunungkidul Selanjutnya

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pilkada Gunungkidul tinggal menghitung bulan. Tak heran saat ini, suhu politik khususnya di kalangan elit, terus memanas. Sejumlah tokoh sendiri mulai santer melakukan gerakan maupun manuver politik untuk menggaransi tempat di posisi mereka di kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung partai politik. Meski hingga saat ini masih belum ada satupun partai politik yang mengeluarkan surat rekomendasi yang tentunya menjadi dasar utama dalam melakukan pendaftaran ke KPU, namun sudah ada nama-nama yang kuat dirumorkan akan diusung partai-partai politik tersebut.

Adapun nama-nama yang akan maju sebagai kandidat Calon Bupati diantaranya, akademisi yang merupakan mantan rektor Universitas Gunungkidul, Wahyu Purwanto; perwira TNI yang bertugas di Kemenhan, Mayor Sunaryanta; Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi; Rektor UNY, Sutrisno Wibowo; Kepala BKAD DIY, Bambang Wisnu. Sementara untuk kandidat Wakil Bupati, nama yang sangat santer diantaranya adalah Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid; Bendahara DPD Golkar Jawa Timur, Sri Martanti; maupun nama-nama lainnya.

Dalam Pilkada Gunungkidul 2020 sendiri, hanya 2 partai yang bisa mengusung kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Kedua partai tersebut adalah PDIP dengan 10 kursi di DPRD Gunungkidul dan Partai NasDem dengan 9 kursinya. Selain keduanya, partai-partai lain seperti PAN, PKS, Gerindra, Demokrat, PKB maupun Partai Golkar harus menjalin koalisi yang tentunya harus membahas kandidat mana yang akan diusung.

Partai NasDem nampaknya menjadi yang paling awal dalam menentukan pilihan kandidat yang akan diusung. Tak hanya sekedar kandidat Bupati, partai yang melonjak perolehan kursinya dalam Pemilu 2019 ini bahkan dirumorkan telah mantap mengusung pasangan Wahyu Purwanto dengan Bahron Rosyid. Saat dikonfirmasi, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo mengakui perihal adanya gelagat kuat dari partainya untuk mengusung Wahyu-Bahron. Meski demikian, Suparjo menyatakan bahwa hingga saat ini masih belum ada keputusan resmi dari NasDem. Pihaknya masih menunggu surat rekomendasi dari DPP Partai NasDem berkaitan dengan langkah lanjutan yang akan diambil dalam Pilkada.

“Kalau gelagatnya memang mungkin ke arah sana (mengusung Wahyu-Bahron), kita menunggu keputusan resmi saja,” tandas Suparjo, Senin (17/02/2020) siang.

Suparjo menegaskan, nantinya setelah rekomendasi keluar, pihaknya akan langsung menggelar deklarasi. Deklarasi tersebut selain untuk menegaskan arah dukungan, juga menunjukkan kesolidan para kader, pengurus, hingga anggota DPRD dari Partai NasDem dalam menjalankan perintah parpol. Segera setelah deklarasi digelar, seluruh elemen partai akan ditugaskan untuk melakukan gerakan pemenangan terhadap calon yang diusung oleh NasDem.

“Dalam waktu dekat ini, sembari menunggu kepastian akan dilakukan konsolidasi internal,” tandasnya.

Sementara itu, partai lainnya, PDIP juga disebut-sebut telah menjatuhkan pilihan. Dalam Pilkada Gunungkidul 2020, PDIP akan mengusung calon Bupati Bambang Wisnu yang saat ini menjabat sebagai Kepala BKAD DIY. Tokoh senior DPC PDIP Gunungkidul, Ternalem Perangin-angin mengklaim bahwa saat ini arah dukungan PDIP telah mengerucut kepada sosok Bambang Wisnu. Ada beberapa faktor yang membuatnya meyakini hal tersebut. Selain dari pembicaraan internal yang telah dilakukan, fenomena politik di luar daerah juga menambah angin bahwa Bambang Wisnulah yang nantinya akan menjadi pilihan PDIP.

Berita Lainnya  Sayangkan Pemecatan Oesman Sapta Dari Ketua Umum, Hanura Gunungkidul Langsung Gelar Roadshow

Diantaranya adalah perkembangan konstelasi politik Pilkada di Kabupaten Bantul. Sebagai informasi, Bambang Wisnu sendiri memang sebelumnya mendaftar untuk posisi calon Bupati di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Dalam perkembangannya menurut Ternalem, PDIP nampaknya akan mengusung Abdul Halim Muslih yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati.

“Saya sudah ngobrol dengan teman-teman pengurus, memang sangat deras nantinya kita akan mengusung Bambang Wisnu,” jelas Ternalem.

PDIP sendiri menganut skema demokrasi terpimpin di mana arah dukungan maupun koalisi ditentukan oleh DPP. Ternalem menyebut bahwa saat ini, seluruh kader PDIP terus menunggu arahan dari pusat dalam penentuan calon dalam Pilkada ini. Meski begitu, persiapan juga terus dilakukan dalam rangka pemanasan mesin partai. DPC PDIP Gunungkidul saat ini tengah membentuk kepengurusan anyar di tingkat PAC. Sebuah hal yang sangat penting lantaran PAC nantinya menjadi ujung tombak tim pemenangan Pilkada untuk calon yang diusung PDIP.

“Kita membidik sejumlah nama untuk dijadikan calon Wakil Bupati,” terangnya.

Selain PDIP, sejumlah partai nampaknya masih enggan menegaskan arah dukungan. Meski demikian, sudah ada nama-nama yang saat ini tengah digodok dan berpeluang besar untuk diusung oleh partai tersebut.

Salah satu nama yang sangat seksi tentunya untuk hajatan Pilkada adalah PAN. Sebagaimana diketahui, PAN sendiri telah mencatatkan 3 kali kemenangan dalam setiap Pilkada Gunungkidul yang diikutinya. Sepanjang 3 periode, PAN berhasil mendudukan Badingah baik sebagai Wakil Bupati maupun Bupati Gunungkidul. Menjadi sangat menarik lantaran ini Pilkada pertama PAN tanpa adanya sosok Badingah yang selama ini lekat didukung.

Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi menyatakan, PAN sangat serius dalam menyongsong Pilkada 2020 mendatang. Sadar bahwa pihaknya harus berkoalisi untuk bisa mengusung kandidat, pihaknya saat ini menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik. Diantaranya yang telah menjalin komunikasi adalah Golkar, PKS, Gerindra dan PKB. Meski demikian, Arif belum bisa menyebut dengan partai mana yang akhirnya akan berkoalisi dengan PAN.

Pun demikian dengan sosok Calon Bupati yang akan diusung. PAN menurut Arif masih belum menentukan dari 3 nama yang telah direkomendasikan dalam proses penjaringan. Sementara untuk nama-nama calon wakil bupati, pihaknya belum melakukan penjaringan. Untuk itu, ia mempersilahkan seluruh kader maupun pengurus PAN untuk menjalin komunikasi khusus untuk calon Wakil Bupati.

Berita Lainnya  Pilkades Siraman Digugat Calon Kepala Desa

“Kita sudah ada 3 nama yaitu Immawan, Sutrisno Wibowo, serta Sunaryanta. Tapi masih belum ditentukan siapa yang akan diusung,” paparnya.

Ia berharap agar dalam waktu dekat ini, peta koalisi maupun calon yang akan diusung baik Calon Bupati dan Wakil Bupati bisa segera ditentukan. Sehingga, seluruh kader maupun elemen partai bisa segera bergerak dalam melakukan pemenangan. PAN mengambil posisi yang tidak kaku dalam berkoalisi. Dalam artian, PAN terbuka untuk segala kemungkinan dalam pembicaraan koalisi. Termasuk nantinya pengusungan calon Bupati, atau hanya mengusung calon Wakil Bupati.

“Semakin cepat sebenarnya semakin baik. Semoga bisa dalam waktu dekat ini,” tandasnya.

Terkait dengan rumor pasangan Immawan-Sutrisno yang akan diusung PAN yang berkoalisi dengan PKS, Arif menyebut bahwa kecil peluang pasangan tersebut. Hal ini lantaran Sang Rektor UNY sebelumnya sempat menyatakan keengganannya apabila hanya diusung sebagai Calon Wakil Bupati. Sutrisno menginginkan jika nantinya benar-benar maju dalam Pilkada, maka dirinya adalah sebagai Calon Bupati. Situasi semakin sulit karena secara regulasi, Immawan Wahyudi yang sudah 2 periode menjadi Wakil Bupati Gunungkidul tak lagi bisa dicalonkan sebagai calon Wakil Bupati. Immawan hanya bisa maju apabila yang bersangkutan menjadi Calon Bupati.

“Sebetulnya pasangan tersebut bagus sekali, kemampuannya tidak usah diragukan lagi. Akan tetapi tentunya harus dibicarakan lagi lebih lanjut,” papar dia.

Sementara itu, PKS juga telah mendeklarasikan dukungannya. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPD PKS Gunungkidul, Ari Siswanto, pihaknya telah melakukan pembicaraan internal terhadap seluruh kader maupun stakeholder PKS. Sementara ini, dia menyebut bahwa arah dukungan PKS condong kepada Rektor UNY, Sutrisno Wibowo. Walau demikian, Ari menyebut bahwa majunya Sutrisno Wibowo akan sangat bergantung dengan hasil pembicaraan dengan partai koalisi. PKS yang hanya memiliki 4 kursi tentunya harus berkoalisi agar bisa mengsung pasangan calon dalam Pilkada 2020.

“Masih terus kita bicarakan, yang jelas rekomendasi kami masih belum turun,” tuturnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk Gerindra yang telah menentukan pilihannya. Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono, telah bulat mendukung Sunaryanta sebagai calon Bupati pilihan Gerindra. Ia juga menyebut bahwa saat ini, Gerindra tengah dalam pembicaraan serius dengan PKB dan Golkar dalam kaitannya koalisi Pilkada Gunungkidul. Besar kemungkinan dalam koalisi ini, pihaknya akan mengusung pasangan Sunaryanta dengan Martanty yang berasal dari Golkar.

“Sudah ada pembicaraan serius dalam hal koalisi maupun pasangan calon yang akan diusung,” tandas Ngadiyono.

Politisi yang telah belasan tahun memimpin Gerindra Gunungkidul ini sangat optimis bahwa Gerindra minimal akan mengusung Sunaryanta dalam Pilkada Gunungkidul. Nama Sunaryanta disebutnya bahkan sudah disetujui pula oleh DPD Gerindra DIY.

“Sudah ada rapat sejak beberapa waktu lalu,” tutupnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler