fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup

Published

on

Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 157
Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 158 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 159 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 160 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 161 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 162 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 163 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 164 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 165 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 166 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 167 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 168 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 169 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 171 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 172 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 173 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 174

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Gunungkidul mencatat saat ini terdapat 56 koperasi yang tidak aktif. Penyebab utama dari kenonaktifan koperasi ini rerata karena pengelolaan atau menejemen yang tidak baik.

Kepala Bidang Koperasi Dinkop UKM Gunungkidul, Nur Agus mengatakan saat ini di Gunungkidul terdapat 212 koperasi yang masih aktif. Dari jumlah tersebut terdapat koperasi konsumen 42,92%, koperasi simpan pinjam 30,66%, koperasi produsen 19,81%, koperasi jasa 4,71% dan koperasi pemasaran 1,88%.

“Mereka yang bertahan karena memang pengelolaan koperasinya transparan dan akuntabel,” ucap Nur, Kamis (10/12/2020).

Nur memambahkan, selain transparan dan akuntabel, pengeolaan koperasi juga musti dibarengi dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia koperasi. Dikatakan Nur, Dinas Koperasi UKM terus melakukan pembinaan melalui pelaksanaan Diklat peningkatan kompetensi.

Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 175 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 176 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 170

“Tentu juga dengan melaksanakan pengawasan koperasi untuk memastikan koperasi dijalankan sesuai dengan peraturan, Baik peraturan eksternal maupun peraturan internal,” papar Nur.

Dengan adanya revolusi industri 4.0 di koperasi sendiri, dikatakan Nur akan menghindarkan masyarakat dari lilitan rentenir yang berkedok koperasi. Karena semua akses mudah dengan teknologi bahkan untuk pinjam pembiayaan akan dapat dilakukan kapanpun.

“Lilitan rentenir atau plecit inkan akibat kita kalah cepat, para rentenir bisa di pasar jam 2 dini hari, sedangkan pedagang biasanya minjam uang cuma sebentar dini hari pinjam siang kembali tapi para rentenir memanfaatkan momentum ini dengan mengambil bunga sebanyak-banyaknya,” beber dia. 

Hal itu, menurut Nur akan berbeda jika seluruh masyarakat dan koperasi beralih menggunakan teknologi. Pinjam pembiayaan akan bisa dilayani teknologi selama 24 jam berturut-turut.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong koperasi untuk melek teknologi. Langkah pertama yang ia siapkan adalah melatih Sumber Daya Manusia dalam koperasi agar mumpung menghadapi teknologi.

“Semoga ke depan koperasi yang ada di Kabupaten Gunungkidul lebih baik dan maju,” tutupnya. 

Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 178 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 179 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 180 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 181 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 182 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 183 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 184 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 185 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 186 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 187 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 188 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 189 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 190 Manejemen Buruk, 56 Koperasi di Gunungkidul Tutup 191

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler