Pariwisata
Marak Calo, Jalur Tikus Menuju Pantai Selatan Akan Dijaga Ketat
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyusul maraknya calo-calo yang menawarkan jasa antar melalui jalan tikus ke objek wisata pantai selatan, Dinas Pariwisata Gunungkidul akan meningkatkan penjagaan di jalan-jalan menuju pantai. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono.
Pihaknya sudah mendapat laporan terkait tingginya kunjungan wisatawan belakangan ini, khususnya pada akhir pekan ke kawasan pantai. Sesuai dengan aturan pemerintah, selama pelaksanaan PPKM Darurat level 4 yang diperpanjang hingga 6 September 2021 mendatang, memang seluruh objek wisata masih ditutup sementara. Menurut Hary, munculnya jasa pengatar wisatawan melalui jalur tikus merupakan fenomena yang harus disikapi dengan bijak.
Menindaklanjuti hal tersebut, Harry telah mengajukan permintaan penambahan petugas kepada aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Tim SAR. Penambahan tersebut dilakukan untuk menjaga jalur-jalur tikus yang dimanfaatkan warga untuk mengantar wisatwan masuk ke pantai.
“Kami koordinasikan dengan instansi-instansi terkait untuk membantu menjaga jalur-jalur tersebut,” terangnya saat dihubungi, Kamis (02/09/2021).
Seperti yang diketahui, selama beberapa waktu lalu, calon wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Gunungkidul sangatlah banyak. Bahkan sempat dikabarkan di Tempat Pos Retribusi (TPR) Baron antrean calon wisatawan yang diputarbalikkan oleh petugas sampai sepanjang 2 kilometer.

Peningkatan penjagaan tersebut juga tak lepas dari mulai turunnya level PPKM di daerah-daerah tetangga Jawa Tengah seperti Solo dan sekitarnya. Yang mana daerah tersebut, menyumbang cukup banyak wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
“Ini jadi peringatan untuk kami dalam mengantisipasi kedatangan calon wisatawan”, Imbuhnya.
Sementara itu, beberapa pelaku usaha di kawasan wisata menilai kebijakan pemerintah menutup sementara objek wisata tidak memperhatikan mereka. Penutupan kawasan wisata secara terus-menerus ynag belum diketahui kapan berakhirnya membuat para pelaku wisata menjerit.
Menanggapi hal tersebut, Harry Sukmono, mengungkapkan jika dirinya sebetulnya memahami apa yang dirasakan masyarakat khususnya pelaku usaha di kawasan wisata. Namun, ia menekankan jika pihakny hanya menjalankan aturan dari pemerintah pusat.
“Iya kami merasakan apa yang menjadi keluhan mereka, namun ini kebijakan pemerintah pusat yang harus kita dukung untuk kebaikan kita semua,” pungkas Harry.
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized4 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluGelombang Tinggi di Pesisir Gunungkidul, Rusak Perahu Nelayan Hingga Warung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
