Pemerintahan
Pos Anggaran Nihil, Perbaikan Akses Jalan Menuju Obyek Wisata Harus Bersabar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Meskipun sebagai penyumbang besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul, perbaikan belasan akses jalan menuju obyek wisata harus bersabar. Pejabat yang membidangi sudah lantang menyampaikan saat ini pembangunan jalan difokuskan sektor utara.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengakui masih banyak akses jalan menuju ke kawasan wisata yang rusak. Dari laporan yang ia terima, terdapat 12 jalan yang rusak, sebagian besar jalan tersebut merupakan akses menuju pantai. Ia mencontohkan kerusakan terjadi di ruas jalan Pantai Sedahan, Pantai Krokoh, Bukit Pengilon, Pantai Ngedan. Selain itu ruas jalan di Pantai Ngrenehan-PantaiWidodaren serta ruas jalan Pantai Sadranan-Pantai Somadeng turut mengalami kerusakan.
“Jalan di pantai Sepanjang, Drini dan Jungwok juga dilaporkan rusak. Selain kawasan pantai, jalan rusak juga di jalan air terjun Sri Gethuk, Goa Cerme dan Gunung Ireng,” ucapnya.
Banyak faktor yang menyebabkan jalan di kawasan wisata mengalami kerusakan. Salah satunya ialah akibat cuaca ekstrim beberapa bulan terakhir ini yang berdampak pada rusaknya beberapa ruas jalan di Gunungkidul termasuk yang menuju ke destinasi wisata. Pihaknya terus berupaya agar perbaikan jalan bisa dilakukan, namun pelaksanannya sangat bergantung pada keuangan daerah yang dimiliki.
“Kami sudah koordinasi dengan dinas terkait tentang perbaikan ruas jalan tersebut dan dari sejumlah jalan tadi masih perlu dipetakan status jalannya,” imbuh Arif.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana, menyampaikan jika saat ini pembangunan jalan di Gunungkidul tengah difokuskan di zona utara. Terkait banyaknya akses jalan menuju ke pantai yang rusak, ia mengatakan pada tahun ini belum ada pos anggaran untuk melaksanakan pembangunan jalan disana.
“Pembangunan jalan di kawasan wisata hanya di Nglanggeran yang bersumber dari DAK dari perempatan tawang itu. Kalau pesisir belum ada anggarannya,” jelas Wadiyana saat ditemui.
Status jalan di kawasan pantai bukan sepenuhnya milik Kabupaten. Beberapa ruas jalan merupakan milik provinsi dan sebagian lainnya masih belum diketahui statusnya. Menurutnya, beberapa langkah yang dapat dilakukan guna membangun jalan masuk ke kawasan pantai ialah dengan menaikkan status tanah tersebut.
“Kalau jalan masuk ke pantai bukan punya kabupaten, istilahnya itu kowar. Artinya bukan milik kabupaten dan juga provinsi. Selain menaikkan status jalan, bisa juga misalnya OPD terkait ada pekerjaan yang terintegrasi perihal pengembangan wisata sehingga ada pembangunan jalan disana,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
