Sosial
Masih Berpikiran Kuno Disebut Jadi Penghambat Utama Kemajuan Pelaku UMKM Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pesatnya kemajuan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul membuka peluang bagi para pengusaha industri yang bergerak pada Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) untuk lebih berkembang. Namun demikian, sejumlah permasalahan masih saja terus dihadapi pelaku UMKM yang pada akhirnya menjadi hambatan bagi mereka.
Direktur Rumah Kreatif BUMN (RKB) Gunungkidul, Hanitianto Joedo mengatakan, tak bisa dipungkiri, perkembangan pariwisata di Gunungkidul membuka peluang bisnis terutama bagi para pelaku UMKM. Mobilitas manusia yang ada tersebut diperkirakan mampu digunakan sebagai pangsa pasar.
Namun demikian, dari pengamatan pihaknya, sejumlah kendala masih banyak dihadapi oleh para pelaku UMKM itu sendiri. Sebenarnya, menurut dia, saat ini para pelaku usaha masih belum mempunyai konsep.
“Yang pertama kita harus mengenali produk, mengenali pasar. Pelaku usaha harus tahu itu, apa saja, berapa produk yang harus dimunculkan, tapi saat ini masalah-masalah semacam ini masih terus saja kita temui,” kata Joedo usai mengisi Seminar Membangun Gunungkidul Melalui Sektor UMKM, Selasa (11/12/2018).
Yang kedua, menurut Joedo adalah mengenai mindset. Saat ini pelaku UNKM masih belum mempunyai perencanaan matang dalam mengelola bisnisnya.

“Bagaimana kita mengelola bisnis kita, apa yang harus disiapkan. Tidak hanya home industri saja, bisnis yang kuat nanti akan berdampak kepada kemajuan Gunungkidul,” kata dia.
Joedo mengambil contoh, saat ini para pelaku UMKM masih melihat bisnis dan produk yang dibuat adalah sebagai produk yang kecil. Sedangkan untuk menuju kesuksesan, harus juga diimbangi dengan pemikiran yang besar.
“Saat ini terkait kwalitas produk, kapasitas dan konsistensi juga masih menjadi masalah. Untuk itu kita juga akan memberikan pembinaan kepada mereka agar memiliki kapapasitas dan harga juga perlu,” katanya.
Untuk pemasaran sendiri, menurutnya di Gunungkidul bukanlah hal yang susah. Bahkan sebenarnya Gunungkidul memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi namun belum bisa dicukupi sendiri.
“Tidak usah jauh-jauh mikir produk kita laku di luar kota. Pasar di Gunungkidul saja kita belum bisa memenuhi sehingga yang dari Bantul dan kota lain masuk ke sini,” terang dia.
Atas segala permasalahan yang ada tersebut, menurut Joedo yang dibutuhkan adalah kolaborasi antar pelaku UMKM. Sebab saat ini tiap pelaku masih berfikir untuk dirinya sendiri.
“Semua bersatu, contohnya harus ada pemetaan daerah ini untuk UMKM apa, dan seterusnya. di sini masih sektoral, mlaku dewe (berjalan sendiri). Jadi solusinya adalah termasuk memperluas kolaborasi,” kata dia.
Ia menyebut, segala jenis produk UMKM akan dapat berjalan dengan cara mengatasi masalah yang ada tersebut. Dirinya berharap, kepada seluruh UMKM untuk memanfaatkan kemajuan pariwisata di Gunungkidul saat ini.
“Semua produk saya yakin akan laku, tinggal bagaimana kita membuat produk kita berkwalitas, diterima di pasar, tahu dimana produk kita laku, dan seperti yang saya sampaikan di atas tadi,” terangnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
