fbpx
Connect with us

Sosial

Masih Berpikiran Kuno Disebut Jadi Penghambat Utama Kemajuan Pelaku UMKM Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pesatnya kemajuan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul membuka peluang bagi para pengusaha industri yang bergerak pada Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) untuk lebih berkembang. Namun demikian, sejumlah permasalahan masih saja terus dihadapi pelaku UMKM yang pada akhirnya menjadi hambatan bagi mereka.

Direktur Rumah Kreatif BUMN (RKB) Gunungkidul, Hanitianto Joedo mengatakan, tak bisa dipungkiri, perkembangan pariwisata di Gunungkidul membuka peluang bisnis terutama bagi para pelaku UMKM. Mobilitas manusia yang ada tersebut diperkirakan mampu digunakan sebagai pangsa pasar.

Namun demikian, dari pengamatan pihaknya, sejumlah kendala masih banyak dihadapi oleh para pelaku UMKM itu sendiri. Sebenarnya, menurut dia, saat ini para pelaku usaha masih belum mempunyai konsep.

“Yang pertama kita harus mengenali produk, mengenali pasar. Pelaku usaha harus tahu itu, apa saja, berapa produk yang harus dimunculkan, tapi saat ini masalah-masalah semacam ini masih terus saja kita temui,” kata Joedo usai mengisi Seminar Membangun Gunungkidul Melalui Sektor UMKM, Selasa (11/12/2018).

Yang kedua, menurut Joedo adalah mengenai mindset. Saat ini pelaku UNKM masih belum mempunyai perencanaan matang dalam mengelola bisnisnya.

“Bagaimana kita mengelola bisnis kita, apa yang harus disiapkan. Tidak hanya home industri saja, bisnis yang kuat nanti akan berdampak kepada kemajuan Gunungkidul,” kata dia.

Joedo mengambil contoh, saat ini para pelaku UMKM masih melihat bisnis dan produk yang dibuat adalah sebagai produk yang kecil. Sedangkan untuk menuju kesuksesan, harus juga diimbangi dengan pemikiran yang besar.

“Saat ini terkait kwalitas produk, kapasitas dan konsistensi juga masih menjadi masalah. Untuk itu kita juga akan memberikan pembinaan kepada mereka agar memiliki kapapasitas dan harga juga perlu,” katanya.

Untuk pemasaran sendiri, menurutnya di Gunungkidul bukanlah hal yang susah. Bahkan sebenarnya Gunungkidul memiliki tingkat permintaan yang sangat tinggi namun belum bisa dicukupi sendiri.

“Tidak usah jauh-jauh mikir produk kita laku di luar kota. Pasar di Gunungkidul saja kita belum bisa memenuhi sehingga yang dari Bantul dan kota lain masuk ke sini,” terang dia.

Atas segala permasalahan yang ada tersebut, menurut Joedo yang dibutuhkan adalah kolaborasi antar pelaku UMKM. Sebab saat ini tiap pelaku masih berfikir untuk dirinya sendiri.

“Semua bersatu, contohnya harus ada pemetaan daerah ini untuk UMKM apa, dan seterusnya. di sini masih sektoral, mlaku dewe (berjalan sendiri). Jadi solusinya adalah termasuk memperluas kolaborasi,” kata dia.

Ia menyebut, segala jenis produk UMKM akan dapat berjalan dengan cara mengatasi masalah yang ada tersebut. Dirinya berharap, kepada seluruh UMKM untuk memanfaatkan kemajuan pariwisata di Gunungkidul saat ini.

“Semua produk saya yakin akan laku, tinggal bagaimana kita membuat produk kita berkwalitas, diterima di pasar, tahu dimana produk kita laku, dan seperti yang saya sampaikan di atas tadi,” terangnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler