Sosial
Masyarakat Rutin Konsumsi Air Hujan, Amankah Untuk Kesehatan?
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Air hujan masih menjadi andalan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Warga yang sebagian tak terampu layanan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ini, memilih untuk menampung air hujan di bak penampungan air yang mereka untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya untuk mencuci saja, namun air hujan tersebut juga digunakan untuk dikonsumsi. Meskipun dinyatakan aman dan hingga saat ini belum ada penyakit yang timbul murni disebabkan oleh konsumsi air hujan, namun ada beberapa risiko mengkonsumsi air hujan yang ditampung.
Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com, di sejumlah wilayah di Kecamatan Tepus, Tanjungsari, Saptosari dan Paliyan masih banyak dijumpai bak penampungan air di tiap-tiap rumah warga. Pasalnya, di wilayah tersebut saluran air minum dari PDAM tidak mengalir setiap hari.
Salah seorang warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Darmo mengatakan bahwa bak penampungan air merupakan satu-satunya bank air yang dapat digunakan. Pasalnya, air dari saluran PDAM tidak mesti mengalir setiap harinya.
"Untuk jaga-jaga yang bisa diharapkan ya air hujan yang ditampung di bak ini. Sebab air dari PDAM tidak seminggu sekali mengalir," kata dia, Senin (23/04/2018).
Diakuinya, air hujan yang ditampung juga digunakan untuk memasak dan ketersediaan air minum. Untuk menampung air hujan sendiri ia menggunakan talang (penyalur air berbahan seng) yang dipasang di pinggir genting kemudian disalurkan ke dalam bak penampungan.
Meskipun terlihat kotor, air tersebut tetap dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Namun sebelum dikonsumsi, ia memilih untuk sebelumnya kotoran yang ada ditunggu mengendap terlebih dahulu.
"Sudah sejak lama kita konsumsi, dan selama ini tidak ada keluhan akibat minum air hujan," imbuh dia.
Terkait dengan kebiasaan masyarakat Gunungkidul mengkonsumsi air hujan ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya mengatakan, bahwa air hujan masih aman untuk dikonsumsi masyarakat. Selama ini pihaknya belum menerima keluhan adanya penyakit yang murni ditimbulkan akibat mengkonsumsi air hujan.
Namun demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dari bak penampung air. Sebab air hujan sendiri sebenarnya dapat dikatakan tidak bersih sebab sebelum sampai di penampungan, air mengalir melalui benda-benda mengandung logam.
"Saat ini kan banyak genting yang terbuat bukan dari tanah. Jadi ada kemungkinan kandungan logam dapat ikut terbawa air itu," terang Priyanta.
Adapun dampak yang dapat ditimbulkan dari mengkonsumsi dan memanfaatkan air hujan secara langsung yakni, diare dan iritasi kulit. Namun jika air dikelola dengan baik maka ketakutan-ketakutan itu dapat dihilangkan.
"Air hujan digunakan sebagai pilihan kedua bila sumber air utama (sumur, PAM) tidak tersedia. Tetapi ada solusi agar aman dikunsumsi agar bak PAH dijaga kebersihan rutin dilakukan pengurasan dan di bagian atas diberi saringan kotoran agar kotoran tak ikut masuk ke bak," urai dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
