Pemerintahan
Efek PPKM, Dinkes Sebut Kasus Covid19 di Gunungkidul Telah Alami Trend Penurunan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penambahan khasus covid19 di Kabupaten Gunungkidul jumlahnya masih fluktuatif. Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, pada Selasa (27/07/2021) kemarin, terdapat tambahan 253 orang terkonfirmasi positif dan 13 pasien meninggal dunia. Mayoritas dari mereka yang terkonfirmasi positif, saat ini menjalani isolasi mandiri.
Jumlah kasus harian sendiri memang terus mengalami pasang surut. Pada tiga hari terakhir misalnya, Minggu terdapat tambahan sebanyak 183 orang positif dan 18 meninggal dunia, kemudian di Senin (26/07/2021) kasus terkonfirmasi sempat mengalami penurunan drastis hingga hanya sebanyak 81 orang meski jumlah korban meninggal dunia masih tinggi yaitu 18 meninggal dunia. Hanya bertahan sehari, pada Selasa kemudian kembali melonjak dengan tambahan kasus harian sebanyak 253 positif dan 13 meninggal dunia.
Total selama pandemi ini, kasus positif di Gunungkidul sendiri mencapai 13.585 kasus dengan rincian yang masih dalam perawatan 2628 orang, sembuh sebanyak 10.262, dan meninggal 695 orang.
Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sebelum PPKM memang tingkat penularan sangat tinggi, bahkan pernah menyentuh 400 kasus dalam seharinya. Dengan diterapkannya PPKM Darurat, mobilitas masyarakat ada pengurangan sehingga berdampak pada menurunnya tren penularan.
“Selama 2 minggu setelah penerapan PPKM hasilnya baru bisa dilihat. Untuk sekarang ini memang masih fluktuatif, tapi trennya turun,” papar Dewi Irawaty.

Berkaitan dengan klaster, ia menyebutkan jika sekarang ini jarang ditemukan kluster baru. Mayoritas kasus harian adalah hasil tracing dari klaster-klaster sebelumnya. Menurutnya, yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah tradisi hajatan dan layatan yang memang telah mengakar dalam kehidupan sosial warga Gunungkidul. Dari dua kegiatan ini, sering kali berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga memicu terjadinya penularan.
“Kita terus melakukan antisipasi terhadap penularan yang terjadi di Gunungkidul, semoga trendnya terus menurun dengan penerapan PPKM yang sudah lebih dari 2 minggu ini,” beber dia.

Alumni Akpol 91 Tebar Bantuan di Gunungkidul
Sekarang ini, banyak pasien covid yang menjalani isolasi mandiri dan membutuhkan bantuan permakanan. Maka dari itu Alumni Akpol 1991 yang salah satunya adalah Kapolri menyalurkan bantuan sembako serta masker untuk warga Gunungkidul. Kegiatan ini juga serentak dilakukan di beberapa daerah.
Irwasda Polda DIY, Kombes Agus Rohmat mengatakan memperingati 30 tahun mengabdi sebagai aparat penegak hukum, Alumni Akpol tahun 1991 berbagi untuk meringankan beban masyarakat. Terlebih saat ini dengan adanya situasi sulit, sehingga masyarakat sangat membutuhkan uluran baik dari pemerintah maupun instansi lainnya.
“Di DIY kita salurkan 300 paket sembako dan 9.000 masker. Untuk Gunungkidul kebagian 100 paket sembako dan 3.000 masker,” papar Kombes Agus Rohmat, Selasa (27/07/2021) di Balai Kalurahan Piyaman.
Paket-paket sembako tersebut rencananya akan disalurkan ke mereka yang menjalani isolasi mandiri. Kemudian juga diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk patuh dan taat dalam mematuhi aturan yang berlaku. Yaitu dengan menggunakan masker dalam berkegiatan serta mengutamakan protokol kesehatan.
“Untuk kendali sebarnya ada di masyarakat. Maka dari itu kami minta semua harus bersinergi dalam memutus mata rantai penularan covid19,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Piyaman mengatakan, di Kalurahannya saat ini masih banyak warga yang terpapar covid19. Mereka banyak yang menjalani isolasi mandiri. Selama ini, dari dana desa ada 70 paket sembako yang disediakan namun jumlah tersebut sudah habis. Kemudian kalurahan mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan mendapatkan beberapa paket.
“Alhamdulillah kami sangat berterimakasih dengan kegiatan Alumni Akpol 1991 ini, ada 100 paket sembako yang kami terima,”papar dia.
Nantinya kalurahan akan segera melakukan koordinasi dengan dukuh setempat, para keluarga isoman akan menjadi prioritas penerima bantuan sembako ini. Kemudian juga, bantuan ini akan disalurkan pula kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial6 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Pemerintahan4 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
