Olahraga
Melihat Potensi E-Sport di Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)- Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sebagian besar kegiatan masyarakat kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Misalnya saja dalam mengirim surat ataupun dokumen penting ynag dulu dilakukan melalui kantor pos, kini hanya tinggal mengirim melalui aplikasi chat ataupun e-mail. Pergeseran kegiatan dengan memanfaatkan teknologi juga terjadi di bidang olahraga, di ajang internasional maupun nasional kini sudah ada kelas cabang olahraga e-sport yang memanfaatkan teknologi menggunakan perangkat yang telah disediakan. Misalnya saja dalam e-sport dalam cabang olahraga e-football yang dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun ini juga turut dipertandingkan.
Seorang pengamat e-sport cabang olahraga e-football asal Gunungkidul, Ahmad Junaidi, mengungkapkan dengan makin diakuinya e-sport sebagai olahraga yang dipertandingkan di ajang nasional maupun internasional diakuinya sebagai momen bagus untuk anak muda khusunya Gunungkidul mulai berkarya melalui e-sport. Anak muda yang sudah melek teknologi dianggap lebih mudah untuk berpartisipasi dalam meramaikan kompetisi-kompetisi e-sport yang ada.
Pria asal Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari tersebut, mengungkapkan jika potensi-potensi pemain e-sport khususnya di bidang e-football Gunungkidul tak kalah jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Menurutnya, jika Gunungkidul serius mengembangkan pemain-pemain e-sport tak menutup kemungkinan nantinya akan dapat berkompetisi di tingkat naisonal maupun internasional.
“Jikalau bicara soal kualitas, potensi pemain di Gunungkidul ini tidak kalah dengan daerah lain. Hany saja kalau di Gunungkidul sejauh ini belum ada yang memanajemeni secara profesional seperti di daerah lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Ajun tersebut menyampaikan jika peran adanya manajemen sangat penting untuk kemajuan e-sport Gunungkidul. Karena melalui manajemen yang profesional, pemain dapat diasah dan dilatih layaknya atltet yang sedang berada di pelatnas.

“Kendala lainnya itu belum ada yang memotifasi para player untuk melangkah lebih jauh lagi,” sambungnya.
Ajun sendiri kini sudah memiliki dua tempat rental PS yang terdapat di Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari dan Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo. Ia tak jarang menciptakan player-player e-football lokal yang telah menjuarai berbagai kompetisi lokal yang ada di Gunungkidul.
“Nah, fasilitas latihan punya porsi besar dalam usaha menuju gelar juara. Fasilitas training punya fungsi utama untuk mengakomodir pemain tim esport dalam menempa diri secara fisik dan mental. Adanya gaming house juga penting dalam kemajuan player-plyaer e-sport,” tutupnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Uncategorized4 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
