Budaya
Melongok Bangunan Bekas Kantor Kecamatan Rongkop Zaman Kolonial Hindia Belanda
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Rumah Tradisional Jawa asli yang berusia puluhan hingga ratusan tahun saat ini sudah sulit ditemukan di Gunungkidul. Sebab, selama ini banyak bangunan rumah tradisional yang justru dijual oleh pemiliknya lantaran tergiur dengan tawaran harga yang tinggi. Alhasil, joglo-joglo berusia ratusan tahun saat ini banyak yang berpindah daerah atau bahkan negara.
Di Gunungkidul sendiri, masih ada beberapa rumah berbentuk Joglo, Limasan berusia ratusan tahun yang dilestarikan oleh pemiliknya dan pemerintah kabupaten karena nilai sejarahnya. Salah satunya adalah bangunan limasan di jalan utama Rongkop-Girisubo yang memiliki sejarah tersendiri.
Dimana bangunan rumah tradisional tersebut merupakan bekas Onderdistrik atau kantor pemerintahan (kecamatan) pertama Rongkop sekitar tahun 1926-1932 masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Secara turun temurun, bangunan eks-onderdistrict tersebut diwariskan oleh Ronodirjo kepada Karyodimejo (abdi dalem Ronodirjo). Kemudian Karyodimejo mewariskan Istiyat yang sampai saat ini sebagai penghuni cagar budaya tersebut.
“Bangunan ini dulunya adalah Onderdistrict Rongkop atau kantor kecamatan, pusat pemerintahaan (administrasi) zaman Hindia Belanda,” kata Penanggungjawab kajian warisan, Kundha Kabudayan Gunungkidul, Hadi Rismanto.
Sejak tahun 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan bangunan penuh sejarah ini sebagai cagar budaya. Keaslian bangunan ini masih tetap terjaga hingga saat ini.

Belum lama ini, pidjar-com-525357.hostingersite.com berkesempatan menengok bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2018 lalu. Sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Sekilas jika dilihat dari jalan memang tidak ada yang menarik dari bangunan lawas tersebut. Namun di dalamnya menyimpan banyak sekali sejarah.
Rumah tradisional yang berada di Padukuhan Jerukwudel, Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo masih asli seperti bentuk pada zamam dulu yakni bangunan limasan dengan macan angop di bagiam depan. Kondisi dindingnya pun juga masih asli, sebagian besar berbahan baku kayu lawas. Namun di beberapa bagian ada yang rusak karena keropos.
Di dalam limasan tersebut, terdapat beberapa set meja kursi jadul. Kemudian ada beberapa lincak (tempat tidur), dan terdapat satu set gamelan yang selalu digunakan oleh grup kesenian di daerah tersebut untuk berlatih. Lantai di limasan depan tersebut juga masih berbahan dari batu (tegel).
Di belakang bangunan limasan ini, terdapat ruangan seperti pringgitan. Terdapat bangunan utama berbentuk limasan dengan beberapa ruang kamar, dulunya digunakan sebagai ruang kantor para pegawai Onder-District Rongkop. Dinding dan plafon pada bagian ruang utama menggunakan anyaman bambu atau gedhek yang sudah dicat.
“Mulai dari kuncungan, pendapat, longkangan, dalem ageng, gandok nyambung semua. Dulunya yang depan digunakan sebagai kantor, belakang sebagai tempat tinggal. Untuk saat ini sepenuhnya digunakan untuk tempat tinggal oleh ahli waris,” paparnya.
Saat ini pemerintah terus memberikan perhatian pada cagar budaya berbentuk bangunan tersebut. Pemeliharaan secara berkala juga diupayakan, mulai dari perbaikan bagian-bagian yang rusak dan lain sebagainya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
