Sosial
Sosok Soleh Eko Wibowo, Rela Mulung Usai Pulang Sekolah Demi Bantu Ekonomi Keluarga
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi tak membuat Soleh Eko Wibowo (20) tak menyerah. Pelajar kelas 12 SMK Teruna Jaya 1 Gunungkidul itu tak sungkan untuk mengambil barang-barang bekas sepulang ia sekolah. Ia melakukannya guna menambah uang jajan dan membeli kuota internet untuk mengembangkan hobi sebagai pembuat konten di media sosial.
Kepada Pidjar.com, ia menceritakan jika bersama dua adiknya berasal dari keluarga yang secara ekonomi pas-pasan. Ibunya berprofesi sebagai tukang kebun di salah satu TK dan ayah sambungnya berprofesi sebagai buruh bangunan.
Kondisi itu membuatnya harus berusaha untuk membantu perekonomian keluarga dan menambah uang jajan. Salah satu cara yang kini ia lakukan adalah mengumpulkan barang bekas setelah ia pulang sekolah. Disebutnya aktifitaa itu dilakukannya sudah dua tahun terakhir.
“Ngambil barang bekasnya itu setelah pulang sekolah,” jelas warga Padukuhan Jeruklegi, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar itu.
Sejumlah barang bekas seperti minuman kemasan hingga botol plastik ia kumpulkan sepulang sekolah. Setiap pulang sekolah setidaknya ia membawa pulang sekitar dua kantong plastik penuh dengan barang bekas.
Tak hanya itu, pada hari libur dirinya meluangkan waktu untuk mencari barang bekas bahkan hingga jarak belasan kilometer dari rumahnya. Barang bekas yang ia ambil kemudian dikumpulkan untuk dijual, sekali menjual barang bekas ia mengaku hanya menerima Rp. 15 ribu hingga Rp. 25 ribu.
“Pas libur itu pernah sampai Ngawen, barangnya dikumpulkan nanti dijual. Kebetulan tetangga ada yang jadi pengepul,” ucapnya.
Selain mengambil barang bekas, ia kini tengah menggeluti pembuatan animasi dan komik. Hobinya itu sudah ia lakoni sejak duduk di bangku SMP. Dirinya rutin membuat animasi dan komik dan diunggah ke media sosial dengan harapan bisa menghasilkan pendapatan dengan membuat konten.
“Cita-citanya bisa jadi conten creator, jadi sebagian uang dari hasil jual barang bekas itu buat beli kuota juga. Sekarang upload di youtube, tiktok, dan instagram,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Teruna Jaya 1 Gunungkidul, Supater Murbo Prihadi, mengatakan siswanya tersebut memang tumbuh dari keluarga kurang mampu. Pada awalnya, ia berangkat ke sekolah dengan jalan kaki.
Namun pada kelas 11 ia dibantu oleh donatur diberikan sepeda untuk berangkat ke sekolah. Ia juga membenarkan jika siswanya tersebut sering mengambil barang bekas untuk dijual sepulang sekolah.
“Setiap hari kegiatannya seperti itu, sepulang sekolah nyari barang bekas. Hasilnya juga buat bayar sekolah,” bebernya.
Lebih lanjut, diakuinya jika Soleh juga memiliki bakat di bidang animasi dan komik. Setelah pulang sekolah, disebutnya Soleh terlebih dahulu menghabiskan waktu sekutar satu jam guna memanfaatkan wifi sekolah untuk mengedit animasinya. Ia pun mendukung hobinya tersebut, diharapkan hobinya tersebut dapat menambah pendapatannya sebagai konten kreator.
“Dia betah di sekolah, pas sudah jam pulang dia manfaatin wifi dulu untuk buat animasi dan komik. Setelah itu baru pulang sekalian ngumpulin barang bekas,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
