fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Memasuki Musim Penghujan, Tiga Kapanewon Ajukan Permohonan Droping Air Bersih

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Berbeda dengan tahun 2019 lalu, musim kemarau di Bumi Handayani relatif singkat. Sejak Oktober lalu, musim penghujan telah tiba. Kendati demikian, air hujan yang turun nampaknya masih belum dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kapanewon di Gunungkidul.

Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah, Edy Basuki mengatakan, memasuki musim penghujan saat ini sebagian besar wilayah sudah tidak lagi mengajukan permohonan droping air bersih. Hanya saja, tiga kapanewon Kapanewon Semin, Ngawen dan Gedangsari masih kekurangan air bersih.

“Berbeda dengan sebelumnya, Rongkop dan Girisubo lebih dulu mengalami musim penghujan jadi tampungan air disana sudah tercukupi,” kata Edy, Senin (09/11/2020).

Edy menyebut masa droping air pada tahun ini lebih singkat jika dibanding 2019. Jika pada tahun lalu dumulai pada bulan Mei namun tahun 2020 droping air baru dimulai pada Juli akhir.

“Tahun lalu berakhir lertengahan Desember sekarang awal Oktober droping sudah selesai,” imbuh Edy.

Ia memperkirakan, proses droping air bersih akan diberhentikan pada November ini. Sejumlah pertimbangan seperti meratanya curah hujan dan juga wilayah terdampak mulai sempit.

“Jika ditotal sudah ada 1.270 rit air bersih yang terdistribusi,” kata dia.

Tadinya, Kapanewon Rongkop menjadi yang paling terparah, namun demikian permasalahan kekeringan ini sudah mulai terentaskan. Panewu Anom Rongkop, Agus Pramuji mengatakan, terakhir pihaknya mengajukan droping pada 9 Oktober lalu.

“Kami memutuskan untuk berhenti memohon droping karena seluruh wilayah sudah terguyur hujan,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler