Connect with us

Pariwisata

Mulai Beralih, Hutan Jati di Ngestirejo Diproyeksikan jadi Wisata Petik Buah

Diterbitkan

pada

Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebagian tanah kurang produktif di Gunungkidul biasanya hanya dimanfaatkan untuk menanam pohon jati. Namun di Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari kebiasaan sekarang kebiasaan tersebut mulai bergeser. Lahan kurang produktif yang ada, saat ini mulai ditanami berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karang Raya Ecopark, Agung mengatakan, mulai berubahnya pola tanam lahan tidak produktif ini bermula dari dorongan beberapa pihak termasuk pemerintah kalurahan dan kabupaten. Pasalnya, pemerintah Kalurahan Ngestirejo telah memberikan tanah kas desa seluas 800 hektar kepada masyatakat untuk dimanfaatkan sebagai lahan produksi. Selain itu, pemerintah provinsi mendorong dengan memberikan ribuan tanaman bibit pohon bernilai ekonomis tinggi.

Berita Lainnya  Inseminasi Buatan Dinilai Praktis, Petani Bisa Pilih Bibit Sapi Sesuai Keinginan

“Kemarin diberi 6.000 pohon oleh Kepala Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo DIY. Karena sudah masuk musim hujan dan kita ada lahan ya kita segerakan. Ada pohon langka Nogosari, pohon Tanjung, Ketapang Kencana, dan Srikaya,” terang Agung usai penanaman secara simbolis bersama pejabat teras Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY, Senin (09/11/2020).

Agung mengatakan bahwa pengelolaan tanah kas desa Ngestirejo tersebut sepenuhnya akan dikelola oleh kelompok tani Ngestirejo dibawah naungan Kelompok Sadar Wisata Karang Raya Ecopark. Gunung yang dulunya hanya dimanfaatkan sebagai lahan untuk menanam pohon jati sekarang akan digunakan untuk menanam tumbuhan yang lebih variatif dengan memberdayakan petani setempat.

Berita Lainnya  Luncurkan Gunungkidul Cultural Connectivity, Budaya Tradisional Diperkenalkan Luas Melalui Internet

Selain penanaman beberapa jenis pohon sebagai wisata petik buah, nantinya juga akan dilakukan pengembangan berupa pembangunan beberapa fasilitas umum dan penyelenggaraan acara yang menampilkan potensi daerah agar lebih menarik lebih wisatawan.

“Tanah kas desa seluas itu (800 hektar) sayang kalau tidak dimanfaatkan. Jadi untuk pengembangannya ada gambaran untuk dibangun icon, miniatur limasan, kolam renang, bahkan Joglo. Acara acara yang dapat diaplikasikan nantinya seperti festival srikaya dan outbond” tutur Agung.

Selain itu Agung mengungkapkan bahwa program pemanfaatan lahan ini akan segera dimulai penanamannya, sehingga buah yang dihasilkan dapat segera dinikmati bersama. Tetapi untuk pengembangan lainnya yang berbentuk permanen akan dimulai bulan Januari 2021.

Berita Lainnya  Vaksin 70% Ditarget Rampung September, Upaya Buka Pariwisata dan Pendidikan

“Untuk dana pengembangannya nanti ada dari desa dan CSR” ujarnya.

“Kami mendukung pengembangan Karang Raya ini semoga bisa dimanfaatkan oleh sektor tengah, bukan hanya di sektor selatan yang memanfaatkan wisata pantai” tutur Rakhmadian Wijayanto, Panewu Kapanewon Tanjungsari.

“Saya harap pengembangan destinasi wisata karang raya Ecopark ini tidak hanya mencontek yang lainnya tapi harus mempertimbangkan faktor lain seperti masalah kebersihan” sambung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. (DINA KAMILA)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler