fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Menanti Beroperasinya Gedung Perpustakan Baru, Dilengkapi Tempat Nonton Film

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Meski saat ini merupakan jaman online. Namun dengan segala keterbatasannya di tengah perkembangan teknologi, buku masihlah menjadi jembatan ilmu yang krusial. Pembangunan sumber daya manusia tak akan lepas dari ilmu pengetahuan. Semakin tinggi akses publik terhadap ilmu pengetahuan, maka akan semakin terbangun pula kualitas sumber daya manusia yang ada.

Dalam hal ini, perpustakaan di daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui perpustakaan masyarakat dapat mengakses buku untuk dipelajari dan diterapkan di kesehariannya. Tak hanya melulu soal membaca dan meminjam buku, kini melalui sarana perpustakaan dapat melahirkan ide dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung upaya tersebut, perlu perbaikan layanan dan fasilitas gedung perpustakaan guna meningkatkan minat literasi masyarakat. Sebagaimana disadari, saat ini minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan memang sangat rendah.

Kepala Dinas Perpustakaan Kearsipan Gunungkidul, Ali Ridhlo menerangkan, pihaknya saat ini mulai membangun gedung perpustakaan yang baru. Pembangunan yang telah dimulai sejak bulan Mei lalu ini ditargetkan bisa rampung pada Desember 2021 mendatang. Sehingga nantinya, gedung dengan segala fasilitasnya ini dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Nantinya gedung perpustakaan yang sedang dibangun ini memang akan disediakan fasilitas yang lengkap, sehingga masyarakat semakin tertarik untuk datang ke perpustakaan,” ucap Ali ketika ditemui pidjar.com, Sabtu (19/06/2021).

Gedung baru yang terletak di sebelah barat kantor Dukcapil Gunungkidul ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 8 miliar. Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 2.700 meter persegi ini nantinya khusus dipergunakan untuk perpustakaan dan ruang-ruang bersama yang dapat diakses siapa saja. Sedangkan untuk kantor tetap berada di gedung yang lama.

Dia menambahkan, gedung yang baru terdiri dari empat lantai. Lantai pertama atau basement nantinya digunakan untuk parkir dan ditempatkan stand-stand produk lokal masyarakat Gunungkidul. Kemudian lantai dua sampai empat, digunakan untuk tempat membaca, tempat diskusi, tempat rapat, serta tempat menonton film untuk edukasi masyarakat.

“Perpustakaan itu untuk siapa saja, ke depannya akan seperti itu, saat ini kami selesaikan dulu pembangunannya, proses pembangunannya sudah mencapai 12,5%,” ujarnya.

Tingkat literasi masyarakat di Indonesia memang rendah, dari survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 Indonesia menempati posisi 62 dari 70 negara. Di Gunungkidul sendiri, tingkat pengunjung selama pandemi ini sangat berkurang drastis. Tiap harinya Dinas Perpustakaan membatasi maksimal 25 pengunjung. Namun Ali yakin, adanya gedung perpustakaan yang baru dengan fasilitas yang lengkap nantinya akan meningkatkan kunjungan dan literasi masyarakat Gunungkidul.

“Sebelum pandemi kami sudah melakukan survei internal terkait literasi warga, hasilnya sangat baik. Saya yakin kalau literasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler