Connect with us

Pemerintahan

Sempat Dianggarkan Hingga 210 Miliar, Realisasi BTT Covid Gunungkidul Tak Sampai 75 Miliar

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi covid-19 yang terjadi masih membutuhkan penanganan dan penanggulangan dari pemerintah. Baik dari segi kesehatan medis, ekonomi, sosial dan lainnya. Pemerintah kabupaten Gunungkidul sejak penanganan awal pandemi telah melakukan refocusing anggaran hingga mencapai ratusan miliar rupiah. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan baik medis, stimulan bantuan kepada mereka terdampak hingga pengadaan fasilitas yang penunjang protokol kesehatan. Sampai dengan saat ini pemerintah telah mencairkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar 74,31 miliar rupiah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengungkapkan, penanganan dan penanggulangan covid-19 memang membutuhkan anggaran yang sangat banyak. Selama masa pandemi, pemerintah telah beberapa kali melakukan refocusing anggaran hingga total anggaran yang masuk untuk BTT sebesar 210 miliar rupiah. Kemudian dalam APBD Perubahan 2020 kemarin, anggaran 210 miliar untuk BTT tersebut dikurangi hingga hanya menjadi 139,8 miliar rupiah.

Berita Lainnya  Materi Geopark Diwacanakan Masuk ke Muatan Lokal Sekolah-sekolah di Gunungkidul

“Ada pengurangan dan perubahan berkaitan dengan anggaran yang digunakan untuk penanganan dan penanggulangan covid-19 ini,” terang Saptoyo, Selasa (21/12/2020).

Adapun pagu anggaran yang digunakan sebesar 77,61 miliar rupiah. Dari jumlah ini kemudian digunakan untuk pemenuhan kebutuhan di organisasi perangkat daerah yang memiliki kuasa pengguna anggaran. Diantaranya, Dinas Kesehatan memiliki pagu anggaran 24,370 miliar rupiah di mana telah direalisasikan sebesar 23,730 miliar rupiah. Kemudian RSUD Wonosari memiliki pagu anggaran 12,663 miliar rupiah telah dicairkan sebesar 10,8 miliar rupiah.

Selanjutnya RSUD Saptosari memiliki pagu anggaran 16 miliar rupiah dan telah dicairkan sebesar 15,87 miliar rupiah ada pula BPBD Gunungkidul yang memiliki pagu anggaran sebesar 10,490 miliar rupiah dan telah digunakan secara keseluruhan. Selanjutnya Dinas Sosial Gunungkidul sebesar 14 miliar rupiah telah direalisasikan sebesar 13,415 miliar rupiah.

“Realisasinya berkisar dari 85 persen sampai dengan 100 persen. Kalau untuk sisa anggaran yang lain masih masuk di BTT (cadangan). Jika sewaktu-waktu dalam kondisi mendesak, maka anggaran tersebut dapat dimanfaatkan,” tambahnya.

“Untuk penggunaanya itu di masing-masing OPD, penanganan di rumah sakit, ataupun ada yang untuk bantuan bagi warga terdampak covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menambahkan anggaran penanganan dan penanggulangan covid-19 telah direalisasikan oleh BPBD Gunungkidul dengan serapan sudah 100 persen. Adapun dana sebesar 10 miliar rupiah tersebut tidak digunakan secara langsung oleh BPBD Gunungkidul.

Berita Lainnya  Hasil Pemeriksaan di Desa Getas dan Songbanyu, Tim Satgas Dana Desa Temukan Sejumlah Penyimpangan

“Penggunaan anggaran di BPBD kan banyak untuk mendukung kegiatan Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika gunungkidul,” kata Edy.

Ia mencontohkan anggaran yang ada digunakan untuk kegiatan penanggulangan covid-19, kemudian pengadaan tempat cuci tangan di kawasan wisata termasuk dengan kelengkapan penerapan protokol kesehatan, CCTV di tempat khusus dan pengadaan jaringan internet untuk menunjang pembelajaran daring.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler