Sosial
Menanti Kiprah 3 Kades Perempuan Anyar Yang Mulai Bekerja di Awal Tahun
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Akhir Desember 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melantik 56 Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades serentak 2019. Saat ini para kepala desa terlantik telah bekerja sebagaimana ketugasan mereka dalam memimpin pemerintahan. Yang menarik, dari 56 kepala desa tersebut, tiga diantaranya adalah perempuan. Mereka berhasil mengalahkan rival mereka dalam demokrasi di tingkat desa tersebut. Di Gunungkidul sendiri, kekuatan perempuan dalam dunia politik memang tak diragukan lagi. Saat ini, dua pucuk kepemimpinan di eksekutif dan legislatif memang dipegang oleh perempuan.
Tiga perempuan yang terpilih dan terlantik tersebut yakni Kepala Desa Sambirejo Paryati; Kepala Desa Beji, Sri Idayanti dan Kepala Desa Pringombo, Ermyna Kristina. Sejumlah visi misi mereka usung untuk memajukan desa masing-masing dari segi pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sri Idhayanti beberapa waktu lalu mengakui, dirinya memang tidak memiliki basic dalam pemerintahan. Dan selama itu pula ia tak pernah sedikitpun berniat untuk terjun ke dunia yang sekarang ia geluti ini. Namun kemudian, karena kepeduliannya terhadap tanah kelahirannya tersebut dan atas dorongan dari masyarakat setempat, membuat dirinya mantap mencalonkan diri sebagai kepala desa. Menurut dia, seorang perempuan di era sekarang ini tidak hanya berkecimpung di rumah tangga saja.
Seorang perempuan dengan segala keunggulannya perlu menggali potensi yang dimiliki dan menuangkan gagasan yang ada. Menjadi kepala desa, ia sadari adalah pekerjaan yang tidak mudah. Ada sejumlah pro dan kontra yang tentunya dihadapi di lingkungan masyarakat maupun dalam ketugasan nantinya.
“Demi majunya desa dan masyarakat tentu ada sejumlah impian dan gebrakan yang ingin lagsung saya terapkan,” kata Sri Idhayanti.

Sektor pembangunan dan pemberdayaan masih menjadi fokus dalam kinerjanya selama 6 tahun ke depan. Ada beberapa fasilitas umum dan infrastrutur yang ingin ia kembangkan demi meningkatnya kemajuan Desa beji dan masyarakatnya. Tata kelola pemerintahan juga menjadi sorotan utamanya, pelayanan kepada masyarakat pun ia usahakan terpenuhi dengan kemudahan yang ada.
“Kita akan bekerja untuk rakyat. Mudah-mudahan saya amanah untuk memberikan hak dan pelayanan pada masyarakat di Desa Beji,” imbuhnya.
Pemberdayaan sendiri tak luput akan ia genjot. Menurutnya pemberdayaan masyarakat sendiri sangatlah penting, sehingga mengetahui sejauh mana kapasitas kemampuan dan kemauan masyarakat untuk berkembang. Misalnya menyediakan sumber daya manusia yang memadai untuk pengembangan potensi yang dimiliki desa.
“Selain berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, saya harap dengan terpilihnya saya yang notabene adalah perempuan juga mendorong kaum perempuan lainnya untuk bisa berkembang dan terjun dalam pemerintahan atau semacamnya. Kita semua sama miliki kemampuan yang patut digali,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika jalannya pemerintahan yang diemban oleh kepala desa sebelumnya sudah bagus. Ada beberapa yang akan terus dijalankan, namun demikian ada pula yang nantinya sedikit dibenahi dengan sistem yang dimiliki oleh perempuan ini.

Kepala Desa Pringombo, Ermyna Kristina
Tak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Kades Pringombo Ermyna Kristina juga menyatakan jika dirinya akan melanjutkan program-program yang dimiliki desa dan melanjutkan gagasan dari kepala desa sebelumnya. Namun demikian, ia menjanjikan pemerintahan yang lebih baik lagi dan tentunya melayani masyarakat.
“Tentu akan melanjutkan program yang ada diimbangi dengan program-program baru untuk masyarakat desa Pringombo,” tambahnya.
Sebagai salah satu desa yang berada di kawasan timur yang menjadi jalur utama di wilayah itu ia ingin meningkatkan pemberdayaan dan potensi yang ada. Sehingga seiring dengan berkembangnya daerah, masyarakat di wilayahnya tidak sekedar sebagai penonton namun juga terlibat dalam pembangunan yang berlangsung.
“Mari bersama memajukan Pringombo,” tandas dia.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
