Connect with us

Olahraga

Menanti Prestasi Atlet-atlet Taekwondo Gunungkidul Yang Tengah Berada Dalam Antusiasme Tinggi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Taekwondo merupakan salah satu olahraga bela diri yang diminati oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meski di Gunungkidul cabang olahraga beladiri cukup banyak, namun hanya Taekwondo yang hingga saat ini masih terus eksis. Beladiri yang mengandalkan seni ketrampilan kaki dari Korea ini memang cukup indah sehingga menarik banyak peminat. Selain itu, untuk berprestasi, peluang juga terbuka lebar lantaran olahraga ini dipertandingkan dalam gelaran olahraga multievent baik di regional hingga tingkat dunia.

Tahun demi tahun, peminat beladiri Taekwondo terus meningkat. Dari kalangan anak, hingga orang tua; dari kalangan junior, sampai yang expert masih setia berlatih beladiri ini.

Minat yang besar ini sedikit banyak didasari faktor di mana tak sedikit orang tua yang sadar akan pentingnya bela diri bagi tumbuh kembang putra putrinya. Terlebih semakin berkembangnya jaman dan daerah, tentu potensi kejahatan terus mengintai semua kalangan. Maka dari itu, banyak orang tua membekali putra putrinya bela diri agar dapat paling tidak menjaga diri sendiri dari hal-hal yang berbahaya.

Salah seorang pengurus Persatuan Taekwondo Gunungkidul, Andang Patriasmoro mengatakan, minat anak-anak dan remaja Gunungkidul untuk menggeluti olahraga beladiri ini memang terus mengalami peningkatan luar biasa. Di mana semula hanya terdapat segelintir orang, namun seiring berjalannya waktu justru semakin meningkat. Tidak hanya jumlahnya saja, namun demikian juga diimbangi dengan tingkat kualitas dari masing-masing atlet.

Berita Lainnya  Turnamen Voli Pertama Pasca Pandemi Langsung Dijubeli Ribuan Penonton, Mas Ipung: Tetap Jaga Prokes

Terbukti dalam segala ajang kejuaraan yang ada, paling tidak atlet dari Gunungkidul berhasil mengantongi piagam dan medali penghargaan. Komunitas atau persatuan atlet ini pun semakin maju dan kian eksis di jagat olahraga yang ada.

“Antusiasme yang besar ini membuat kami semakin bersemangat dalam mengembangkan Tae Kwon Do di Gunungkidul,” ucapnya, Minggu (23/09/2018) siang.

Salah satu yang dilakukan adalah secara rutin membuat maupun kompetisi secara berjenjang. Seperti misalnya beberapa waktu silam, pihaknya membuat turnamen berlevel Kabupaten. Nantinya bagi para pemenang, akan dikirim untuk mewakili Gunungkidul dalam ajang Walikota Cup tahun 2019. Ajang berlevel DIY ini memang tak main-main. Banyak atlet nasional yang terjun mengikuti turnamen ini.

Andang menyebut bahwa skill para Taekwondoin Gunungkidul sendiri telah meningkat. Bahkan secara teknik, bisa dikatakan hampir setara dengan atlet-atlet berlevel nasional. Tinggal yang perlu digenjot saat ini adalah bagaimana caranya menambah jam terbang serta fokus dari para atlet. Di ajang yang berlevel tinggi serta diikuti atlet-atlet berpengalaman, kedua faktor ini memang sangat penting dan bahkan menjadi kunci untuk bisa berprestasi.

Berita Lainnya  Pembalap Gunungkidul Mulai Diperhitungkan di Kancah Asia, Sayangnya Pembangunan Sirkuit Masih Gelap

“Kemampuan anak-anak sudah dapat ditandingkan dengan para atlet yang berlevel lebih tinggi. Bahkan ada banyak atlet Gunungkidul yang telah malang melintang di tingkat nasional meskipun secara jumlah belumlah seberapa. Akan terus kita tingkatkan,” tutur Andang Patriasmoro.

Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan secara serius 10 atlet Gunungkidul untuk mengikuti ajang bergengsi Walikota Cup ini. Kesepuluh atlet ini merupakan yang saat ini terbaik di antara lainnya. Sejak beberapa waktu para atlet ini digembleng oleh jajaran pelatih hingga pecinta olahraga bela diri Taekwondo di Gunungkidul.
Meski menyebut para atletnya sangat siap, namun Andang tidak membebani mereka dengan target tinggi. Secara merendah ia lebih memilih bahwa ajang ini digunakan sebagai persiapan para atlet Gunungkidul dalam menghadapi PORDA DIY 2019.

“Tapi ya tetap kita gembleng habis-habisan,” tandasnya.

Ia paparkan leih lanjut, sebenarnya stok atlet Taekwondo di Gunungkidul sangat melimpah. Saat ini terdapat sedikitnya 75 atlet pemula hingga kawakan yang telah malang melintang di dunia Taekwondo.
Namun meski antusiasme cukup besar, Andang tak menampik bahwa pihaknya memang cukup banyak mendapatkan kendala. Diantaranya adalah ketiadaan gedung latihan sehingga lokasi latihan belum bisa dilakukan secara menyentral. Seringkali akibat hal ini, mereka dalam menggelar latihan atau pertemuan harus mencari lokasi yang sesuai dengan kriteria, misalnya saja luas dan nyaman. Dukungan dari pemerintah dalam semua cabang olahraga pun masih tergolong minim.

Berita Lainnya  Mengenal Hamam Tejotioso, Pembalap Cilik Gunungkidul yang Mulai Ukir Prestasi

Sementara itu, Ketua KONI Gunungkidul, Jarot mengatakan, minat dalam menggeluti cabang olahraga Taekwondo di Gunungkidul memang mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Namun demikian prestasi dan kualitas dari masing-masing atlet masih perlu dilakukan penggodokan ulang, sehingga jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan atlet-atlet daerah lainnya.

“Mampu bersaing sebenarnya. Namun perlu ada greget yang lebih lagi. Kualitasnya juga perlu ditingkatkan,” kata Jarot.

Di Gunungkidul sendiri, cabang olahraga atletik masih menjadi primadona. Sejumlah prestasi gemilang telah diukir oleh para atlet dari cabang olahraga atletik ini baik di tingkat regional hingga nasional. Jarot berharap nantinya cabang-cabang olahraga lainnya, termasuk Taekwondo bisa segera menyusul dan memberikan prestasi.

“Kita akan dorong seluruh cabang olahraga yang potensial. Termasuk Taekwondo ini,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler