fbpx
Connect with us

Olahraga

Menanti Prestasi Atlet-atlet Taekwondo Gunungkidul Yang Tengah Berada Dalam Antusiasme Tinggi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Taekwondo merupakan salah satu olahraga bela diri yang diminati oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meski di Gunungkidul cabang olahraga beladiri cukup banyak, namun hanya Taekwondo yang hingga saat ini masih terus eksis. Beladiri yang mengandalkan seni ketrampilan kaki dari Korea ini memang cukup indah sehingga menarik banyak peminat. Selain itu, untuk berprestasi, peluang juga terbuka lebar lantaran olahraga ini dipertandingkan dalam gelaran olahraga multievent baik di regional hingga tingkat dunia.

Tahun demi tahun, peminat beladiri Taekwondo terus meningkat. Dari kalangan anak, hingga orang tua; dari kalangan junior, sampai yang expert masih setia berlatih beladiri ini.

Minat yang besar ini sedikit banyak didasari faktor di mana tak sedikit orang tua yang sadar akan pentingnya bela diri bagi tumbuh kembang putra putrinya. Terlebih semakin berkembangnya jaman dan daerah, tentu potensi kejahatan terus mengintai semua kalangan. Maka dari itu, banyak orang tua membekali putra putrinya bela diri agar dapat paling tidak menjaga diri sendiri dari hal-hal yang berbahaya.

Salah seorang pengurus Persatuan Taekwondo Gunungkidul, Andang Patriasmoro mengatakan, minat anak-anak dan remaja Gunungkidul untuk menggeluti olahraga beladiri ini memang terus mengalami peningkatan luar biasa. Di mana semula hanya terdapat segelintir orang, namun seiring berjalannya waktu justru semakin meningkat. Tidak hanya jumlahnya saja, namun demikian juga diimbangi dengan tingkat kualitas dari masing-masing atlet.

Terbukti dalam segala ajang kejuaraan yang ada, paling tidak atlet dari Gunungkidul berhasil mengantongi piagam dan medali penghargaan. Komunitas atau persatuan atlet ini pun semakin maju dan kian eksis di jagat olahraga yang ada.

“Antusiasme yang besar ini membuat kami semakin bersemangat dalam mengembangkan Tae Kwon Do di Gunungkidul,” ucapnya, Minggu (23/09/2018) siang.

Salah satu yang dilakukan adalah secara rutin membuat maupun kompetisi secara berjenjang. Seperti misalnya beberapa waktu silam, pihaknya membuat turnamen berlevel Kabupaten. Nantinya bagi para pemenang, akan dikirim untuk mewakili Gunungkidul dalam ajang Walikota Cup tahun 2019. Ajang berlevel DIY ini memang tak main-main. Banyak atlet nasional yang terjun mengikuti turnamen ini.

Andang menyebut bahwa skill para Taekwondoin Gunungkidul sendiri telah meningkat. Bahkan secara teknik, bisa dikatakan hampir setara dengan atlet-atlet berlevel nasional. Tinggal yang perlu digenjot saat ini adalah bagaimana caranya menambah jam terbang serta fokus dari para atlet. Di ajang yang berlevel tinggi serta diikuti atlet-atlet berpengalaman, kedua faktor ini memang sangat penting dan bahkan menjadi kunci untuk bisa berprestasi.

“Kemampuan anak-anak sudah dapat ditandingkan dengan para atlet yang berlevel lebih tinggi. Bahkan ada banyak atlet Gunungkidul yang telah malang melintang di tingkat nasional meskipun secara jumlah belumlah seberapa. Akan terus kita tingkatkan,” tutur Andang Patriasmoro.

Pihaknya saat ini tengah mempersiapkan secara serius 10 atlet Gunungkidul untuk mengikuti ajang bergengsi Walikota Cup ini. Kesepuluh atlet ini merupakan yang saat ini terbaik di antara lainnya. Sejak beberapa waktu para atlet ini digembleng oleh jajaran pelatih hingga pecinta olahraga bela diri Taekwondo di Gunungkidul.
Meski menyebut para atletnya sangat siap, namun Andang tidak membebani mereka dengan target tinggi. Secara merendah ia lebih memilih bahwa ajang ini digunakan sebagai persiapan para atlet Gunungkidul dalam menghadapi PORDA DIY 2019.

“Tapi ya tetap kita gembleng habis-habisan,” tandasnya.

Ia paparkan leih lanjut, sebenarnya stok atlet Taekwondo di Gunungkidul sangat melimpah. Saat ini terdapat sedikitnya 75 atlet pemula hingga kawakan yang telah malang melintang di dunia Taekwondo.
Namun meski antusiasme cukup besar, Andang tak menampik bahwa pihaknya memang cukup banyak mendapatkan kendala. Diantaranya adalah ketiadaan gedung latihan sehingga lokasi latihan belum bisa dilakukan secara menyentral. Seringkali akibat hal ini, mereka dalam menggelar latihan atau pertemuan harus mencari lokasi yang sesuai dengan kriteria, misalnya saja luas dan nyaman. Dukungan dari pemerintah dalam semua cabang olahraga pun masih tergolong minim.

Sementara itu, Ketua KONI Gunungkidul, Jarot mengatakan, minat dalam menggeluti cabang olahraga Taekwondo di Gunungkidul memang mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Namun demikian prestasi dan kualitas dari masing-masing atlet masih perlu dilakukan penggodokan ulang, sehingga jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan atlet-atlet daerah lainnya.

“Mampu bersaing sebenarnya. Namun perlu ada greget yang lebih lagi. Kualitasnya juga perlu ditingkatkan,” kata Jarot.

Di Gunungkidul sendiri, cabang olahraga atletik masih menjadi primadona. Sejumlah prestasi gemilang telah diukir oleh para atlet dari cabang olahraga atletik ini baik di tingkat regional hingga nasional. Jarot berharap nantinya cabang-cabang olahraga lainnya, termasuk Taekwondo bisa segera menyusul dan memberikan prestasi.

“Kita akan dorong seluruh cabang olahraga yang potensial. Termasuk Taekwondo ini,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler